GREAT Institute Desak Pembentukan UU Keamanan Nasional dan Dewan Keamanan Nasional
Helmy Fauzy memuji langkah Presiden Prabowo yang membawa Indonesia masuk ke BRICS. Sikap Indonesia kini tegas. Beda dengan era sebelumnya yang masih gamang..
Dr. Stepi Anriani, pakar pertahanan dan intelijen, menyebut perang kini telah bergeser menjadi multidomain warfare.
“Perang tidak lagi frontal, tetapi simultan dan presisi. Lihat serangan B-2 Spirit Amerika ke fasilitas Iran atau rudal presisi Iran ke Israel. Semua terukur,” ujarnya.
Diskusi juga menyoroti pentingnya skenario contingency planning, kelemahan logistik pertahanan, serta kebutuhan akan transformasi strategi nasional dari sekadar “resiliensi” menuju “respons tangkas berbasis intelijen dan teknologi.”
“Perang modern itu cukup dengan satu tombol,” ujar Dr. Sunoto, menyinggung urgensi mengubah doktrin lama dan memperkuat kemampuan early warning.
Sebagai penutup, GREAT Institute mengingatkan bangsa ini pada satu pelajaran dari sejarah: dunia tak pernah benar-benar damai. (esy/jpnn)
GREAT Institute mendesak pembentukan UU Keamanan Nasional dan Dewan Keamanan Nasional
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Mesyia Muhammad
- Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, GREAT Institute: Masyarakat Tak Perlu Takut Pajak
- S&P Pertahankan Rating Indonesia di BBB, GREAT Institute Soroti Disiplin Fiskal
- GREAT Institute Menyarankan Presiden Prabowo Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
- Legislator PDIP: Pengerahan Komcad untuk Demo Tak Tepat
- Koalisi Masyarakat Sipil Mengkritik Keterlibatan TNI & Komcad Menjaga Demonstrasi Mahasiswa
- GREAT Institute: Menahan Harga BBM Nonsubsidi Menambah Tekanan Postur Fiskal
JPNN.com




