Groundbreaking TPPAS Legok Nangka Langkah Besar Mengatasi Persoalan Sampah di Jabar
"Harapannya seluruh persoalan sampah, khususnya di Jawa Barat bisa terselesaikan. Di sisi lain, ketersediaan energi dari pengolahan sampah juga dapat terus ditingkatkan," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa TPPAS Legok Nangka tidak hanya menghasilkan listrik. Melalui penerapan berbagai teknologi, fasilitas itu juga akan mengoptimalkan proses dasar daur ulang, sehingga sampah, terutama plastik, dapat diolah menjadi bahan bakar terbarukan dari bionergi.
"Berbagai teknologi akan diintegrasikan sehingga dari pengolahan sampah dapat dihasilkan listrik, bahan bakar, hingga bioenergi. Kami berharap proyek ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan negara," tuturnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan TPPAS Legok Nangka menjadi percontohan sistem pengolahan sampah yang modern.
"Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sistem pengolahan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih, yang kemudian juga meningkatkan kualitas udara serta meningkatkan kualitas lingkungan," tuturnya.
Menurut Dedi, Jawa Barat diberkahi kekayaan alam yang melimpah sehingga menjadi provinsi dengan penghasil energi listrik terbesar di Indonesia. Ke depannya, selain pemanfaatan sampah menjadi energi listrik di TPPAS Legok Nangka, dia juga menargetkan daerah lain.
"Jawa Barat itu akan menjadi provinsi penghasil energi listrik terbesar di Indonesia. Bendungan ada berapa coba? Pembangkit listrik tenaga surya ada berapa? Geotermal ada berapa? Ditambah lagi pembangkit listrik tenaga sampah yang paling banyak nanti di Jabar."
"Ada di Bandung Raya—Bandung Raya harus plus Garut nih, karena Garut lebih dekat—ada di Bogor dan Kota Bogor, kemudian ada Kota Depok, ada Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Ke depan tinggal satu lagi yang harus kita dorong adalah di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Itu juga problem, jumlah sampahnya sangat banyak," kata Dedi. (mcr27/jpnn)
Groundbreaking TPPAS Legok Nangka di Nagreg menjadi langkah strategis mengatasi sampah di Jawa Barat sekaligus menghasilkan energi terbarukan.
Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
- Survei SMRC: Dedi Mulyadi Tertinggi, Setelah Itu Anies, Baru Prabowo
- Elektabilitas Prabowo Merosot Tajam dari 34,9 Persen Jadi 9,8 Persen
- Ada Usulan Akses Tol KM 147 ke GBLA Segera Dibuka, Dedi Mulyadi Beri Respons Begini
- Bahlil Buka–bukaan soal Gaji Rangkap Jabatan 2 Menteri
- Suahasil Beberkan Anggaran Kemenko Baru Bersumber dari Kementerian ESDM
- Pemda Diminta Alokasikan Pajak Air Tanah untuk Pemeliharaan Lingkungan
JPNN.com




