Gubernur: PPPK Paruh Waktu Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Menurutnya, tanpa pijakan ideologis yang kuat, arah perjuangan akan menjadi tidak jelas.
"Kalau kita (kader GMNI) berjuang tanpa landasan, maka perjuangan itu tidak punya arah. Karena itu, nasionalisme dan marhaenisme harus benar-benar tertanam dalam diri setiap kader," pesan Suhardi Duka.
Dia juga menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari ajaran bangsa yang harus dijaga.
Ketika dalam praktiknya terdapat kebijakan yang bertentangan dengan nilai tersebut, kader diharapkan mampu bersikap dan bergerak, baik melalui jalur dialog maupun aksi.
Suhardi Duka turut menyinggung dinamika ideologi dan ekonomi Indonesia yang dalam perjalanannya kerap bergerak antara kecenderungan kiri dan kanan.
Hal tersebut menurutnya, menjadi tantangan bagi generasi muda untuk menentukan arah masa depan bangsa.
Gubernur juga menyayangkan masih banyak angkatan kerja produktif yang belum terserap secara optimal dan justru terjebak dalam pekerjaan dengan pendapatan rendah.
Lantas, dia menyinggung jenis pekerjaan dengan pendapatan rendah, antara lain pegawai honorer dan PPPK Paruh Waktu.
Hingga saat ini masih banyak PPPK Paruh Waktu dengan gaji di bawah Rp400 ribu per bulan, yang menurut gubernur itu termasuk miskin ekstrem.
- Seleksi Kompetensi Calon PPPK Sudah Dimulai, Diikuti Ratusan Ribu Peserta
- Pemda Tidak Bisa Langsung Merekrut PPPK, Ratusan Mahasiswa Dikerahkan
- Pemberhentian PNS, PPPK, P3K PW Bisa Diusulkan Instansi Mulai 1 Agustus 2026
- 5 Berita Terpopuler: Akan Ada Pengajuan PPPK Penuh Waktu Berbasis Kinerja, Lulusan SMA/Sederajat Bisa Bersiap Diri
- Imbauan untuk PNS, PPPK, P3K PW: Jangan Sampai Enggak Kerja, ya
- Giliran ASN PPPK Soroti Mentalitas Anggota Dewan, Datang Rapat Tidur Lalu Pulang
JPNN.com




