Gudang BULOG Penuh, Presiden Prabowo Nyatakan Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
Seiring dengan tingginya realisasi penyerapan sejak awal tahun 2026, tingkat keterisian gudang BULOG mengalami peningkatan signifikan.
BULOG saat ini mengelola 1.540 unit gudang milik sendiri dengan total kapasitas riil sebesar 3.061.484 ton yang telah teroptimalkan dalam mendukung penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Untuk mengantisipasi peningkatan volume stok, BULOG mengambil langkah strategis dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang filial (non-BULOG).
Hingga saat ini, tercatat 1.254 unit gudang filial dengan kapasitas riil sebesar 2.686.215 ton telah digunakan guna memastikan seluruh stok tersimpan dengan baik, aman, serta tersebar merata di berbagai wilayah.
Adapun posisi stok beras BULOG saat ini mencapai 4.881.105 ton setara beras.
Ini menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan masyarakat, serta memperkuat peran BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.

Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani. Foto: Dokumentasi Bulog
Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan optimalnya keterisian gudang merupakan cerminan keberhasilan penugasan pemerintah dalam penyerapan hasil produksi dalam negeri sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Presiden Prabowo didampingi Sekkab Teddy melakukan sidak ke kompleks Gudang BULOG Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
- Pastikan Harga Beras Stabil, Seluruh Jajaran BULOG Serentak Turun ke Pasar
- BULOG Gelontorkan Beras ke Pasar dan Ritel, Jaga Harga di Konsumen Tetap Sesuai HET
- Dirut BULOG dan Menko Zulhas Pastikan Bantuan Pangan Jangkau hingga Wilayah Timur Indonesia
- Harga Beras di Bandung Masih Sesuai HET, Stok Jabar Aman hingga 2027
- Kemarau Melanda, Sumsel Siapkan Pompa Air dan Kios Beras untuk Jaga Pasokan Pangan
- Pastikan Stok Aman, Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras Pascagempa NTT
JPNN.com




