JPNN.com

Gunung Sampah Setinggi Taj Mahal Ancam Warga Ghazipur

Kamis, 06 Juni 2019 – 22:27 WIB Gunung Sampah Setinggi Taj Mahal Ancam Warga Ghazipur - JPNN.com

jpnn.com, NEW DELHI - Taj Mahal punya saingan. Tetenger India yang jadi magnet wisatawan mancanegara tersebut bisa jadi kehilangan daya tariknya jika "bangunan" baru di Ghazipur terus bertambah tinggi. Selain ketinggiannya, pesaing Taj Mahal itu juga lebih fenomenal. Tapi, mungkin tidak akan menarik minat seorang wisatawan pun.

Saingan Taj Mahal itu adalah TPA Ghazipur. Ya, TPA alias tempat pembuangan akhir. Jika terus bertambah tinggi, tahun depan gunungan sampah tersebut akan melampaui Taj Mahal. "Sekarang tingginya 65 meter," kata Arun Kumar, pejabat pemerintah Negara Bagian Delhi, sebagaimana dilansir Agence France-Presse pada Selasa (4/6).

Tiap tahun, ketinggian sampah di TPA Ghazipur bertambah 10 meter. Tahun depan, gunungan sampah itu akan menjulang setinggi 75 meter. Lebih tinggi dari Taj Mahal yang hanya sekitar 73 meter. "Bisa memecahkan rekor baru ketinggian ikon India," terang Kumar.

BACA JUGA: Sengketa Sampah Memanas, Duterte Larang Semua Pejabat Kunjungi Kanada

Namun, berbeda dengan Taj Mahal yang menjulang dengan anggun dan proporsional, TPA Ghazipur justru kebalikannya. Gunungan sampah itu meninggi karena tumpukannya terus bertambah. Padahal, luasnya tetap. Yakni, sekitar 40 kali lapangan sepak bola.

"Setiap hari ada sekitar 2.000 ton sampah yang dikirim ke TPA ini," jelas pejabat Ghazipur yang merahasiakan namanya. Sampah tersebut berdatangan dari berbagai kota. Terutama ibu kota.

Tahun lalu, Mahkamah Agung (MA) India memperingatkan pejabat setempat terkait potensi longsornya gunungan sampah itu. Juga, potensi terganggunya lalu lintas udara karena gunungan yang makin tinggi. Ketika itu, MA mengusulkan pemasangan lampu darurat sebagai penanda bagi pesawat bahwa ada tumpukan sampah yang terus bertambah tinggi di area tersebut.

TPA Ghazipur yang beroperasi sejak 1984 sebenarnya sudah mencapai kapasitas puncaknya pada 2002. Tapi, pemerintah setempat maupun pusat tak pernah melakukan apa pun untuk mengantisipasi bencana di sana.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...