Guo Nian

Oleh Dahlan Iskan

Guo Nian
Dahlan Iskan di antara tanaman quinoa di pegunungan Qinghai pada ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut. Foto: disway.id

jpnn.com - Puncak tahun baru Imlek sudah terjadi tadi malam. Yakni ketika tiap keluarga Tionghoa berkumpul di rumah masing-masing. Makan bersama. Dengan menu utama kaki babi, mi panjang umur dan ikan.

Tadi malam saya ikut merayakannya di Taipei, Taiwan. Di rumah keluarga Yue Yi Teh. Yang sudah seperti keluarga sendiri. Yang dulu, bapaknya sering memberi nasihat ke saya.

Saya juga pernah bermalam tahun baru Imlek di Tiongkok. Beberapa kali.

Pernah juga di Singapura. Bersama keluarga Robert Lai. Yang sudah seperti kakak sendiri.

Di mana pun adatnya sama. Hanya di Singapura pakai mi khusus. Ditaruh di satu piring besar. Dengan campuran berbagai macam sayur. Juga saus.

Semua keluarga yang mengelilingi meja berdiri. Dengan sumpit di tangan. Lalu mengaduk mi itu. Ramai-ramai. Dengan cara mengangkat mi dengan sumpit. Setinggi-tingginya. Dijatuhkan di piring itu lagi. Berkali-kali. Sambil mengucapkan selamat tahun baru.

Mi pun tercampur dengan sempurna. Bahkan agak berantakan. Ada yang terciprat ke luar piringan.

Ramai. Meriah. Bercanda sampai larut malam.

Jangan melakukan perjalanan di sekitar tahun baru Imlek di Tiongkok. Ruwetnya bukan main. Tahun ini 400 juta orang Tiongkok mudik. Tiongkok libur satu minggu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News