Guru di Tarakan Keluhkan Chromebook Era Nadiem: Tak Berfungsi dan Jadi Beban Aset

Guru di Tarakan Keluhkan Chromebook Era Nadiem: Tak Berfungsi dan Jadi Beban Aset
Eks Mendikbudristek Nadiem Makariem. Ilustrasi Foto: Ricardo

jpnn.com, TARAKAN - Tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, mengungkapkan kegagalan fungsi perangkat Chromebook bantuan era mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Perangkat tersebut dilaporkan mangkrak, rusak massal, dan tidak relevan dengan kebutuhan pembelajaran di lapangan.

Di SMP Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan, Kepala Sekolah Monica menyatakan sebanyak 11 unit perangkat dalam kondisi rusak dan hanya disimpan di gudang.

Pihak sekolah mengaku terkendala prosedur perbaikan dan minimnya sosialisasi layanan purna jual.

"Unit hanya disimpan karena takut menyalahi prosedur aset. Kami tidak tahu ke mana harus melapor karena tidak ada kejelasan layanan purna jual," ujar Monica saat dihubungi.

Kondisi serupa terjadi di SDN 15 Tarakan. Guru IT sekolah, Risat, menyebut banyak unit mengalami kerusakan baterai hingga mati total. Tanpa adanya jalur pelaporan, perangkat tersebut kini hanya menjadi penghuni lemari sekolah.

Kritik terhadap efektivitas perangkat juga datang dari SDN 19 Tarakan. Guru IT Muh Asy Ari membeberkan bahwa banyak unit masih terbungkus plastik karena guru lebih memilih PC berbasis Windows. Ia juga menyoroti harga pengadaan Chromebook yang dinilai tidak wajar jika dibandingkan dengan manfaatnya.

"Guru lebih memilih PC Windows karena layar lebih besar. Harga Chromebook ini kami anggap terlalu mahal," tegas Asy Ari.

Tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, mengungkapkan kegagalan fungsi perangkat Chromebook bantuan era Nadiem Makarim

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News