Gus Lilur Minta Presiden Prabowo dan Jajarannya Harus Libatkan Masyarakat Madura Dalam Pengelolaan Gas
Dia berharap jembatan tersebut menjadi jalan baru bagi perdagangan, investasi, mobilitas manusia, dan pemerataan pembangunan.
"Namun dalam urusan gas, Suramadu hampir tidak punya makna. Sebab, gas Madura tidak mengalir melalui jembatan itu. Gas Madura tidak terlebih dahulu masuk ke dapur rakyat Madura. Gas itu justru dialirkan lewat pipa laut menuju kawasan industri di Jawa Timur," ujar Gus Lilur.
"Setelah sampai di Jawa Timur, gas Madura masuk ke sistem distribusi, industri, dan logistik energi yang lebih besar," ujarnya.
Dia menyebut jasa Madura menghidupi pabrik, kawasan industri, pembangkit, petrokimia, dan konglomerasi ekonomi di Gresik, Sidoarjo, Surabaya, serta daerah-daerah lain.
"Dalam banyak hal, yang menikmati nilai tambah terbesar dari gas Madura bukanlah rakyat Madura, melainkan pusat-pusat industri di luar Madura," kata dia.
Menurut Gus Lilur, luka struktural tersebut harus dibaca dengan jernih di mana Madura menjadi sumber, menjadi pemasok, menjadi tulang punggung, tetapi Madura belum menjadi pusat manfaat.
Kekayaannya mengalir keluar, sementara desa-desa Madura tetap menunggu tetesan pembangunan yang tak kunjung deras.
Oleh karena itu, kata dia, ketika pemerintah hendak melakukan konversi LPG ke CNG, Madura tidak boleh lagi hanya menjadi penonton.
Gus Lilur menyoroti konversi energi kedua Indonesia, yakni dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) di Madura.
- Ketua Banggar Ungkap Hanya 71 Persen Rumah di Madura yang Berstatus Layak Huni
- Posisi Duduk Gibran saat SKP Jadi Refleksi Hubungan Jokowi & Prabowo yang Berjarak
- Momen Kebersamaan Presiden Prabowo, Kapolri, dan Panglima TNI saat Praspa 2026
- Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Jadi Sorotan, Pengamat: Semoga Hubungan dengan Prabowo Tetap Harmonis
- Inilah Empat Penerima Adhi Makayasa 2026
- Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Target Presiden untuk Swasembada Beras
JPNN.com




