JPNN.com

Gus Menteri Ajak Perguruan Tinggi Rumuskan Dana Desa yang Tepat & Berkeadilan

Senin, 18 Mei 2020 – 20:54 WIB
Gus Menteri Ajak Perguruan Tinggi Rumuskan Dana Desa yang Tepat & Berkeadilan - JPNN.com
Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar dalam video konferensi dengan civitas academica ITB, Senin (18/5). Foto: Kemendes PDTT

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar melakukan konferensi video dengan civitas academica Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (18/5).

Gus Menteri -panggilan akrabnya- yang dalam konferensi itu didampingi Sekjen Kementerian Desa PDTT Anwar Sanusi membahas reformulasi alokasi dan penentuan skala prioritas Dana Desa agar lebih akomodatif untuk pembangunan kawasan perdesaan.

Menteri Halim dalam arahannya mengatakan, pembangunan desa harus bertumpu pada akar budaya. Menurutnya, kearifan lokal harus menjadi prioritas untuk diberikan ruang gerak yang maksimal.

Sebagai contoh adalah dahulu kepala desa dianggap sebagai pemberi solusi karena kemampuannya menyelesaikan persoalan dengan bertumpu pada kearifan lokasi dan akar budaya. "Oleh karena itu kami ingin ada focusing dan penataan paradigma baru dalam pembangunan masyarakat desa dengan adanya Dana Desa saat ini," katanya.

Gus Menteri menuturkan, pada dasarnya Dana Desa memiliki nilai positif yang cukup banyak, meski ada anggapan yang menyebut program itu justu membuat gotong royong di perdesaan berkurang. Menurut Gus Menteri, yang perlu dilakukan adalah sebuah strategi tepat agar berbagai sorotan dengan keberadaan Dana Desa bisa dieliminasi.

Menteri asal Jombang, Jawa Timur itu pun mengharapkan ITB bisa memberikan dukungan tentang reformulasi Dana Desa. "Meski ini ranah Kemenkeu, tetapi Kemendes PDTT akan memberikan usulan jika ada ada masukan dari ITB," kata Gus Menteri.

Selain itu, Kemendes PDTT juga mengajak ITB melakukan kajian atau telaah akademik untuk memberikan masukan soal strategi penentuan skala prioritas pengunaan Dana Desa. Pasalnya, hingga saat ini regulasi terkait Dana Desa terkesan menyamakan kondisi desa.

"Ini jadi satu masalah sendiri, yang perlu ada penanganan atau perubahan paradigam dan alur pikir. Oleh karena itu kami mengharapkan dukungan dari civitas academica ITB," katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara