Gus Miftah Nilai Diplomasi Hati Prabowo dan Abdullah II Jadi Teladan
jpnn.com, JAKARTA - Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menilai hubungan personal antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Yordania Abdullah II sebagai contoh diplomasi yang memiliki nilai strategis sekaligus kemanusiaan.
Pandangan itu ia sampaikan menanggapi kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II ke Jakarta pada November 2025.
Gus Miftah menyebut kedekatan kedua pemimpin, yang sudah terjalin sejak masa pendidikan militer di Fort Benning pada era 1980-an, memberi pengaruh positif dalam memperkuat hubungan bilateral.
“Hubungan Pak Prabowo dan Raja Abdullah II bukan sekadar diplomasi formal. Ini persahabatan yang lahir dari masa muda dan tetap dijaga sampai hari ini,” ujar Gus Miftah, dalam keterangannya, Sabtu (15/11).
Menurutnya, diplomasi yang dibangun di atas rasa saling percaya dapat menghasilkan kerja sama yang lebih efektif.
Gus Miftah menilai hubungan personal itu kini menjadi modal penting dalam membahas isu-isu besar dunia, termasuk krisis kemanusiaan di Palestina.
“Kalau pemimpin saling percaya, pembicaraan tentang isu kemanusiaan bisa lebih jujur dan penuh empati,” tambahnya.
Gus Miftah juga menyoroti gestur kedua pemimpin yang kerap menunjukkan kedekatan non-protokoler, seperti penyambutan pribadi Raja Abdullah II kepada Prabowo saat pertemuan di Amman maupun kehangatan keduanya dalam pertemuan di Jakarta.
Gus Miftah menilai kedekatan Prabowo dan Raja Abdullah II sebagai teladan diplomasi berbasis persahabatan.
- Klaim Ketua MPR, Kondisi Aceh, Sumut, dan Sumbar Telah Tertangani dengan Baik
- Prabowo Bakal Tambah Anggaran untuk Penanganan Bencana di Pulau Sumatra
- Purbaya Bakal Negosiasi Ulang dengan China Bahas Utang Whoosh
- Gus Miftah Donasikan Rp 1 Miliar Untuk Korban Banjir di Aceh dan Padang
- Instruksi Prabowo: Bencana Banjir Sumatra Prioritas Nasional, Dana Besar Disiapkan
- Prabowo Endus Adanya Pembalakan Liar di Pulau Sumatra
JPNN.com




