Gus Roy Mengkritik Kebijakan PBNU Soal Konsesi Tambang, Simak
jpnn.com, JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Ekologi sekaligus Ketua Partai Hijau, KH Roy Murtadho alias Gus Roy mengkritik kebijakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menerima konsesi tambang.
Menurut Gus Roy, keputusan tersebut perlu dievaluasi karena dinilai tidak selaras dengan gagasan yang selama ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yakni “Merawat Jagad, Membangun Peradaban”.
Hal itu disampaikan Gus Roy saat menjadi narasumber dalam Rembug Warga NU Seri 5 bertajuk “Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, Keadilan Gender, dan Keberlanjutan Lingkungan” di Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (15/8).
Gus Roy mengaku kritik tersebut disampaikan dengan kekecewaan sebagai bagian dari kalangan santri NU yang selama ini terlibat dalam isu sosial dan lingkungan.
Dia mengatakan pengalaman melakukan penelitian dan advokasi di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan, mempertemukannya dengan masyarakat yang terdampak kegiatan pertambangan.
“Saya berjumpa langsung dengan orang-orang korban tambang, bagaimana mereka digusur, dihancurkan ruang hidupnya dan tidak mendapat perlindungan apa pun,” kata Gus Roy.
Menurut dia, berbagai upaya untuk menyampaikan persoalan masyarakat terdampak kepada pemerintah juga telah dilakukan. Namun, suara warga tersebut dinilai belum memperoleh perhatian yang semestinya.
Oleh karena itu, Gus Roy mengaku kecewa ketika PBNU justru mengambil keputusan untuk menerima konsesi pertambangan.
Pengasuh Pondok Pesantren Ekologi sekaligus Ketua Partai Hijau, KH Roy Murtadho atau Gus Roy mengkritik kebijakan PBNU yang menerima konsesi tambang.
- Lukman Edy, Figur Tersembunyi di Balik Keberhasilan Gus Kikin Pimpin PBNU
- Inilah Kegiatan Gus Yahya Setelah Tidak jadi Ketum PBNU
- 5 Berita Terpopuler: Sanksi Potong Gaji Dimulai, 35 Ribu PPPK & PPPK Paruh Waktu Bakal Berkumpul di Istana Negara
- Ucap Selamat untuk Gus Kikin, Partai Ummat Berharap PBNU Galang Persatuan Indonesia
- Catatan Pemungkas Dari Muktamar Ke-35 NU
- Muzani Gerindra Tepis Isu Paket Istana di Muktamar Nahdlatul Ulama
JPNN.com




