Habib Aboe Puji Bareskrim Bongkar Judol Internasional: Ini Harus Jadi Atensi Serius
jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsy mengapresiasi jajaran Bareskrim Polri yang berhasil membongkar praktik judi online jaringan internasional di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta supaya pengungkapan praktik judi online jaringan internasional itu menjadi momentum memperkuat pengawasan terhadap aktivitas digital ilegal yang melibatkan sindikat lintas negara.
“Kami berharap Polri terus memperkuat koordinasi dan pengawasan terhadap jaringan-jaringan internasional seperti ini agar Indonesia tidak dijadikan basis operasi kejahatan digital,” kata Habib Aboe, Minggu (10/5).
Legislator dari Daerah Pemilihan I Kalimantan Selatan itu mengatakan bahwa praktik judi online harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, sebab dampaknya sangat luas terhadap kehidupan masyarakat.
Dia memastikan Komisi III DPR RI terus mendorong setiap langkah tegas Polri dalam memberantas judi online di Tanah Air. “Hal ini harus menjadi atensi serius karena judi online telah menjadi salah satu penyebab dominan munculnya berbagai penyakit sosial di masyarakat,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan bahwa dampak dari judi online itu tidak hanya berkaitan dengan persoalan pelanggaran hukum, tetapi dapat memicu persoalan sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pemberantasan judi online harus berkesinambungan.
“Banyak persoalan rumah tangga, utang, kriminalitas, bahkan rusaknya masa depan generasi muda yang berawal dari praktik judi online. Oleh karena itu, pemberantasan judi online ini harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” katanya.
Seperti diberitakan, Bareskrim Polri mengungkap praktik judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Bareskrim mengamankan 321 WNA yang diduga terlibat dalam praktik judol tersebut. Dari total WNA yang diamankan itu, 228 di antaranya berasal dari Vietnam, 57 dari China, 13 asal Myanmar, 11 dari Laos, lima dari Thailand, dan masing-masing tiga dari Malaysia serta Kamboja.
Habib Aboe memuji keberhasilan Bareskrim Polri membongkar judi online internasional. Pemberantasan judi online harus menjadi atensi serius.
- Putra Sang Fajar yang Tak Pernah Padam: Mewarisi Api Soekarno di Tengah Badai Zaman
- Bripka Dedy yang Membekingi Narkoba di Samarinda Berperan sebagai Sniper, Alamak
- Sony Siap Buka-Bukaan Soal Korupsi MBG, Legislator: Lebih Baik Dituangkan di BAP
- Tersangka Korupsi MBG Siap Jadi JC, Legislator: Silakan Saja Dibuka Faktanya
- Debt Collector Penganiaya 2 Anggota Brimob di Serang Ditangkap Tim Polda Banten
- PTPN IV & TNI-Polri Teken Kerja Sama untuk Menjaga Objek Vital Nasional
JPNN.com




