Harapan Investor soal Kesepakatan Iran-Amerika Dorong Penguatan IHSG

Harapan Investor soal Kesepakatan Iran-Amerika Dorong Penguatan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat pada Rabu pagi. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

Dia melanjutkan dampak perang terhadap proyeksi ekonomi terlihat pada data global. Menurut proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia terbaru dari IMF, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat menjadi 3,1 persen pada 2026, dan 3,2 persen pada 2027.

Setelah mampu mengatasi hambatan perdagangan yang lebih tinggi dan ketidakpastian yang meningkat tahun lalu, IMF menyatakan aktivitas global kini menghadapi ujian besar akibat pecahnya perang di Timur Tengah.

Selain itu, lanjut Ratna, IMF menyatakan bahwa gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga minyak dan gas secara signifikan, dan berdampak langsung terhadap beban biaya impor terutama pada negara-negara berkembang.

“Apabila konflik masih berlangsung berkepanjangan, IMF memperingatkan pertumbuhan ekonomi global berpeluang melemah hingga level 2 persen yang mengindikasikan kondisi resesi global. IMF juga memperingatkan risiko munculnya stagflasi,” jelas Ratna.

Roadmap OJK Positif

Ratna menyebut IHSG juga ditopang faktor dari dalam negeri, yakni rilis OJK terkait dua roadmap strategis 2026-2030 untuk memperdalam pasar keuangan domestik, yaitu pengembangan pasar derivatif dan pasar modal berkelanjutan.

Pengembangan pasar derivatif fokus pada perlindungan investor, harmonisasi pengawasan, dan peningkatan infrastruktur untuk menciptakan pasar yang likuid dan efisien.

Sementara itu, roadmap pasar modal berkelanjutan menargetkan penguatan instrumen berbasis ESG untuk mendukung net zero emission Indonesia, dengan pilar utama berupa kebijakan, diversifikasi produk, insentif, dan kolaborasi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat pada Rabu pagi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News