Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ketua DPR: Kenapa dan Sampai Kapan?
jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti sisi transparansi dari langkah pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo dan Dextlite.
Ketua DPP PDI Perjuangan itu menyebut pemerintah harus menjelaskan alasan menaikkan BBM nonsubsidi dan waktu berakhirnya kebijakan.
"Tentu saja harus ada keadilan dan diberikan penjelasan kenapa harga tersebut naik dan sampai kapan," kata Puan menjawab pertanyaan awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4).
Adapun, harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta pada 18 April menjadi Rp 19.400 perliter, dari sebelumnya saat 1 April sebesar Rp 13.100 perliter.
Sementara itu, harga Dextlite ditetapkan sebesar Rp 23.600 perliter dari 1 April yang di angka Rp 14.200 perliter.
Menurut Puan, rakyat tentu bertanya soal durasi waktu kebijakan menaikkan harga BBM nonsubsidi diterapkan.
"Apakah harga tersebut akan terus naik ataukah tidak dan evaluasi ini tentu saja harus disampaikan secara berkala," kata cucu Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu.
Puan mengatakan DPR juga meminta pemerintah terus memitigasi berbagai kemungkinan akibat ketidakpastian global menyusul konflik Timur Tengah (Timteng).
Ketua DPR RI Puan Maharani menagih penjelasan terkait langkah menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo dan Dextlite.
- Kritik Omongan Purbaya, Ichsanuddin Noorsy: Kenaikan Pertamax Bikin Ekonomi Tersendat, Rakyat Melarat
- Pemadaman Listrik Bergilir Karena Batu Bara Kurang? Begini Kata Bahlil
- Idrus Golkar Anggap Fokus Bahlil Buat Prabowo-Gibran, Bukan Maju Capres
- Harga Pertamax Naik, Politikus PKS: Kelas Menengah Kelompok Paling Terpukul
- Pemerintah Tak Bisa Menahan Kenaikan Harga Pertamax Terus, APBN Tertekan
- Pertamax Tembus Rp16 Ribu, Driver Ojol Cemas, Berat
JPNN.com




