Harga Jual Mobil China Disebut Lebih Cepat Anjlok Dibanding Jepang
jpnn.com, JAKARTA - Nilai jual kembali atau resale value yang stabiil merupakan salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan masyarakat Indonesia saat hendak membeli mobil baru.
Mobil pabrikan Jepang yang sudah lama di industri otomotif Indonesia tentu memiliki harga jual yang lebih tinggi.
Namun, bagaimana dengan mobil China yang saat ini tengah membanjiri pasar Indonesia.
Diketahui, saat ini tercatat ada 15 merek China yang memasarkan produknya di Indonesia mulai dari BYD, Chery, Wuling, Denza, AION, Geely, Jaecoo, GWM, DFSK, Jetour, BAIC, Xpeng, Neta, Maxus, dan Seres.
Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar mengungkapkan mobil bekas (mobkas) merek China, khususnya mesin internal combustion engine (ICE) atau mesin pembakaran BBM yang sudah memasuki pasar tiga hingga lima tahun terakhir mengalami penurunan harga dibandingkan brand Jepang.
"Memang disayangkan mobil China yang ICE-nya sudah masuk itu depresiasi lebih besar dibandingkan mobil-mobil Jepang," ujar Agung di Jakarta Selatan, Jumat.
Dia mencontohkna mobil di segmen yang sama, semisal MPV, Wuling Cortez yang kerap dibandingkan Toyota Innova, tingkat penurunan harga bekas lebih tinggi.
Menurutnya, selisih penurunan harga berkisar 20-30 persen lebih besar dibandingkan mobil Jepang.
Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar mengungkapkan harga mobil bekas (mobkas) merek China mengalami penurunan harga dibandingkan brand Jepang.
- Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Bawa Program Ini ke GIIAS 2026
- Malaysia Perketat Aturan Impor EV, Pabrikan Mobil China Terancam Kehilangan Pasar
- Harga Mobil Bekas Masih Menarik, Ini Saat yang Tepat untuk Menjualnya
- SUV Premium Xpeng GX Tawarkan Fitur Modern, Harga Rp 700 Jutaan
- Test Drive MGS5 EV Jakarta-Bandung-Jakarta: Mudah Taklukkan Berbagai Rintangan
- Ini Alasan Mobil China Makin Dilirik Konsumen di Indonesia
JPNN.com




