Harga Jual Mobil China Disebut Lebih Cepat Anjlok Dibanding Jepang
"Jadi, kalau misalnya Innova, dalam setahun depresiasinya antara 6-10 persen, Cortez bisa 8-15 persen lebih tinggi," tuturnya.
Dia menuturkan Kijang Innova masih mencatatkan nilai jual kembali yang lebih stabil dibandingkan Cortez, meskipun keduanya berada dalam kelas kendaraan yang relatif sebanding.
Perbedaan itu juga berlaku pada tipe-tipe mobil Jepang dan China lainnya.
Meski begitu, Agung menambahkan, saat ini pasar mobil bekas merek China masih didominasi merek Wuling.
Sebab, kata dia, Wuling lebih dulu masuk pasar Indonesia dibanding merek Tiongkok lainnya.
Menurut dia, perbedaan tingkat harga tersebut terjadi seiring dengan masih terbatasnya rekam jejak jangka panjang mobil merek China di pasar Indonesia, terutama untuk model-model yang baru memasuki siklus usia tiga hingga lima tahun.
Selain Wuling, OLXmobbi juga mencatat merek China lain seperti DFSK mulai masuk ke pasar mobil bekas.
Namun, kontribusinya masih sangat kecil karena jumlah unit yang beredar di pasar juga masih terbatas. (ddy/jpnn)
Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar mengungkapkan harga mobil bekas (mobkas) merek China mengalami penurunan harga dibandingkan brand Jepang.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
- Moncer, Transaksi Trade-In OLXmobbi Meroket Selama GIIAS 2026
- Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Bawa Program Ini ke GIIAS 2026
- Malaysia Perketat Aturan Impor EV, Pabrikan Mobil China Terancam Kehilangan Pasar
- Harga Mobil Bekas Masih Menarik, Ini Saat yang Tepat untuk Menjualnya
- SUV Premium Xpeng GX Tawarkan Fitur Modern, Harga Rp 700 Jutaan
- Test Drive MGS5 EV Jakarta-Bandung-Jakarta: Mudah Taklukkan Berbagai Rintangan
JPNN.com




