Harga Pertamax & BBM Nonsubsidi Turun, Bahlil: Mengikuti Pasar Dunia
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax.
Menurut dia, turunnya harga BBM nonsubsidi itu karena mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia.
“Saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP (Indonesia Crude Price). Jadi, kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi,” ucap Bahlil di Istana Negara, pada Senin (3/7).
“Tapi kalau naik, pasti juga akan naik. Dan sekarang kan lagi turun,” lanjutnya.
Namun, lantaran kondisi geopolitik global, pemerintah menegaskan harga BBM subsidi tetap tidak akan mengalami kenaikan.
Dia menjelaskan penyesuaian harga yang dilakukan badan usaha penyedia BBM merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar yang didasarkan pada pergerakan harga minyak dunia.
“Kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah, sekarang kan lagi turun kan,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai potensi kenaikan harga BBM ke depan, Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan arah harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada perkembangan harga minyak global.
Bahlil Lahadalia menanggapi turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax.
- Harga Minyak Dunia Naik, Pertamax Tetap Aman, Pakar Bilang Begini
- Harga Terbaru Pertamax Green 95, Berlaku 2 September 2026
- Harga BBM Non-subsidi Naik Hari Ini, Dexlite Lompat Rp 4.000
- Pemerintah Masih Melakukan Validasi Data untuk Pembatasan Pertalite
- Harga BBM Terpantau Stabil Sepanjang Agustus 2026
- Elnusa: Progres Pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Samarinda Melampaui Rencana
JPNN.com




