Harga Pertamax Naik, Komisi XI Ungkit Inflasi & Konsumen Beralih ke Pertalite
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyoroti harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang naik berpotensi berimbas ke inflasi harga.
"Kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya, nol koma sekiannya itu kami belum tahu," kata dia menjawab awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).
Selain inflasi, Misbakhun menyebut kenaikan Pertamax berpotensi membuat konsumen beralih ke BBM jenis Pertalite.
"Pasti, orang, kan, begitu harga naik, orang mencari harga yang paling rendah," kata legislator fraksi Golkar itu.
Namun, Misbakhun belum bisa memprediksi jumlah konsumen Pertamax yang bakal beralih ke Pertalite setelah kenaikan harga.
"Ya, untuk kalkulasinya, itu belum dilakukan exercise-nya," ujar dia.
Misbakhun menyebut pemerintah sedang memikirkan menyalurkan stimulus ke masyarakat setelah harga Pertamax naik.
"Itu sedang dirumuskan. Tadi kami diskusinya di sana," ungkapnya.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkap dua imbas setelah pemerintah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250.
- Bahlil Mengeklaim 57 Persen SPBU sudah Menyalurkan B50
- Luncurkan B50, Presiden Prabowo Desak Ilmuwan Targetkan Naik ke Biodiesel B60
- Jateng Siap Kembangkan Penggunaan B50, Dimulai dari Alat Pertanian
- Gubernur Herman Deru Menduga Ada Sindikat Penyebab Antrean BBM di Sumsel
- Polisi Gerebek Tempat Penimbunan 2.000 Liter Bio Solar Bersubsidi
- Wajarkah Pertamax Belum Turun Meski Harga Minyak Dunia Melandai?
JPNN.com




