Harga Pertamax Naik, Politikus PKS: Kelas Menengah Kelompok Paling Terpukul
jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Handi Risza menyebut daya beli masyarakat kelas menengah berpotensi tertekan dari keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.
"Pengguna Pertamax umumnya berasal dari kelompok kelas menengah yang saat ini justru menjadi pihak yang paling terpukul oleh kondisi ekonomi,” kata Handi melalui keterangan persnya, Kamis (11/6).
Handi mengatakan lemahnya daya beli kelas menengah pada akhirnya bakal memengaruhi sektor ritel, restoran, hiburan, dan pariwisata.
Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah memikirkan insentif yang dapat diberikan ke kelas menengah usai lonjakan harga Pertamax.
"Pemerintah perlu memikirkan insentif yang dapat diberikan, untuk transportasi publik, biaya pendidikan dan kesehatan bahkan pengurangan pajak, hal ini untuk menjaga daya beli dan konsumsi kelas menengah," katanya.
Handi menyadari bahwa kenaikan harga Pertamax memang tidak akan mengguncang inflasi.
Namun, kata dia, besarnya kenaikan harga yang mencapai lebih dari 32 persen tidak dapat dianggap ringan.
“Risiko terbesar justru bukan pada inflasi, melainkan pada pelemahan daya beli kelas menengah," ungkap Hendi.
Imbas lonjakan harga Pertamax, PKS desak pemerintah beri insentif pajak & transportasi untuk selamatkan konsumsi kelas menengah.
- Dipimpin Rahmat Saleh, Pengurus DPP Gema Keadilan Dilantik Elite PKS
- Harga BBM Merangkak Naik, Konsumen Dinilai Makin Selektif Beli Mobil
- Harga BBM Khusus Kapal Nelayan 30-200 GT Rp15.000 Per Liter
- Subsidi Harga BBM Kapal 30–200 GT untuk Nelayan Pakai Dana BPDP
- Prabowo Turunkan Harga BBM Kapal 30–200 GT Jadi Rp 15.000 Per Liter untuk Nelayan
- Dahulu Bersama PKS, Komedian Narji Kini Masuk PSI
JPNN.com




