Harga TBS Sawit Anjlok Pascapengumuman Badan Ekspor Baru PT DSI, Petani Resah
jpnn.com, JAKARTA - Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (Popsi) menyampaikan keprihatinan serius atas anjloknya harga Tandan Buah Sapi (TBS) petani sawit.
Kondisi itu terjadi setelah munculnya pengumuman dan kebijakan baru pemerintah, terkait tata kelola ekspor sawit melalui skema PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Saat ini, para pelaku pasar seperti pengusaha, trader, refinery, hingga eksportir disebut memilih untuk menahan diri.
Sikap tersebut diambil pelaku usaha sebagai dampak dari ketidakjelasan arah kebijakan yang diterapkan pemerintah.
"Ketidakpastian ini memicu kepanikan pasar, spekulasi, dan penurunan aktivitas perdagangan yang akhirnya langsung menekan harga CPO dan harga TBS petani," begitu keterangan tertulis Popsi yang dikutip pada Mingu (24/5).
Agenda tersebut berdampak pada keengganan pemilik ramp dan tengkulak untuk mengoperasikan armada truk guna mengambil buah sawit petani di kebun, sehingga membusuk di tempat tanpa nilai jual.
Popsi menilai pihak yang paling dirugikan dalam situasi ketidakstabilan pasar ini bukanlah pelaku under invoicing, melainkan para petani sawit yang harga jual produknya tergerus jauh ke bawah.
Padahal, industri kelapa sawit menyangkut kelangsungan hidup sekitar 17 juta orang, mulai dari petani, buruh, pekerja transportasi, UMKM, hingga masyarakat di daerah sentra sawit.
Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (Popsi) menyampaikan keprihatinan serius atas anjloknya harga Tandan Buah Sapi (TBS) petani sawit.
- Prihatin Lihat Korban, Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5, 25 Miliar dari PT DSI
- Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar, Dude Harlino: Atas Inisiatif Sendiri
- Dude Harlino Berharap Korban Kasus PT DSI Bisa Mendapatkan Hak-haknya
- Alasan Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI
- Serahkan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Dude Harlino Mengaku Lega
- Kasus PT DSI, Dude Harlino Serahkan Honor BA Rp5,25 Miliar ke Bareskrim
JPNN.com




