Harga TBS Sawit Anjlok Pascapengumuman Badan Ekspor Baru PT DSI, Petani Resah

Harga TBS Sawit Anjlok Pascapengumuman Badan Ekspor Baru PT DSI, Petani Resah
Tampak petani sawit bernama Aidil dengan semangat menaikkan buah sawit ke atas mobil. Foto:Rizki Ganda Marito/jpnn.com

Namun, kondisi ini dikhawatirkan akan memukul pabrik kelapa sawit independen yang tidak memiliki fasilitas refinery maupun jaringan ekspor sendiri.

Pada akhirnya, situasi itu kembali menekan harga TBS milik petani, hingga tidak bisa melakukan panen jika pabrik-pabrik tersebut memilih tutup demi mencegah kerugian operasional mereka.

Popsi juga mengingatkan perdagangan sawit internasional memiliki kompleksitas tinggi dan tidak bisa disederhanakan hanya sebagai persoalan administratif atau dugaan praktik under invoicing semata.

"Dalam perdagangan global, mekanisme FOB dan CIF, klaim kualitas, risiko pengiriman, perubahan kadar air, FFA, hingga komplain buyer internasional memengaruhi harga akhir," imbuhnya.

Lebih lanjut, Popsi menjelasakan ekosistem ekspor sawit nasional selama ini telah dibangun secara bertahap melalui infrastruktur yang matang.

Misalnya jaringan logistik, storage tank, bulking station, kapal tanker, trading hub, pembiayaan perdagangan, serta reputasi global yang dirintis puluhan tahun oleh pelaku usaha nasional.

Popsi menegaskan pembeli internasional membeli bukan hanya karena barang tersedia, tetapi adanya kepercayaan.

"Kepastian pengiriman, kualitas, pembiayaan, manajemen risiko, dan kepercayaan terhadap mitra dagang," begitu Popsi menjelaskan. (mcr31/jpnn)


Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (Popsi) menyampaikan keprihatinan serius atas anjloknya harga Tandan Buah Sapi (TBS) petani sawit.


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News