Hasil Survei FWD Consumer: Kelas Menengah Memilih Stabil ketimbang Tajir
jpnn.com, JAKARTA - Tekanan ekonomi yang kian meningkat membuat masyarakat kelas menengah di Indonesia mulai mengubah arah kompas finansial mereka. Alih-alih mengejar pertumbuhan aset yang agresif, mayoritas kini lebih memilih menjaga stabilitas keuangan demi bertahan hidup.
Berdasarkan hasil FWD Consumer Outlook Survey yang dirilis hari ini, Senin (13/4), terungkap bahwa sekitar 66% responden merasa tertekan secara finansial.
Rasa khawatir ini dipicu oleh tiga faktor utama yakni kenaikan biaya hidup dikeluhkan oleh 70% responden. Ketidakpastian pendapatan 43% responden dan tingginya biaya layanan kesehatan 40%.
Salah satu temuan paling mencolok dari riset yang melibatkan lebih dari 1.000 responden ini adalah adanya kesenjangan besar dalam persiapan masa tua. Rata-rata masyarakat Indonesia berekspektasi hidup hingga usia 79 tahun.
"Sayangnya, dana tabungan yang dimiliki saat ini diprediksi hanya mampu menopang hidup selama 19 tahun setelah pensiun," kata Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, Senin (13/4).
Kondisi ini diperparah dengan adanya potensi kerentanan kesehatan selama dua hingga empat tahun di masa tua yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Rudy menjelaskan bahwa setiap generasi memiliki tantangan yang unik di tengah tekanan ekonomi saat ini.
Gen Z (1996-2010) fokus mengejar kemandirian finansial dan mencari proteksi yang simpel serta murah. Gen Y/Milenial (1981-1995) menghadapi beban berat sebagai sandwich generation yang harus membiayai keluarga inti sekaligus orang tua/saudara, sembari melawan inflasi.
"Gen X (1965-1980) lebih fokus pada stabilitas jangka panjang agar bisa mempertahankan kesejahteraan di masa pensiun," ucapnya.
Hasil Survei FWD Consumer menunjukkan, kelas menengah lebih pilih stabil ketimbang tajir, apa penyebabnya?
- AXA Financial Indonesia Hadirkan Perlindungan Jiwa Hingga Usia 100 Tahun
- Lewat Cara Ini, Pegadaian Dorong Mahasiswa Melek Literasi Keuangan
- Tanggapi Indeks Persepsi Polri, Profesor Romli: Merendahkan Kebijakan Prabowo
- Boni Hargens Tanggapi Temuan Survei Index Mundi Soal Polri, Pakai Frasa Cacat Metodelogis
- Diversifikasi Aset Jadi Kunci Menjaga Masa Depan Finansial Keluarga
- Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Utama, Dongkrak Citra Positif PSI
JPNN.com




