Hasto Kenang Airlangga Pribadi: Intelektual yang Tekun Membumikan Marhaenisme

Hasto Kenang Airlangga Pribadi: Intelektual yang Tekun Membumikan Marhaenisme
Dosen FISIP Unair Airlangga Pribadi Kusman (berdiri) bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menjadi pembicara pada seminar tentang Bung Karno. Foto: dokumentasi DPP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya akademisi dan intelektual Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman, pada Rabu (9/9).

Hasto mengatakan kepergian Airlangga, yang akrab disapa Mas Angga, merupakan kehilangan besar bagi dunia akademik dan tradisi intelektual Indonesia.

Almarhum dikenang sebagai intelektual kritis dan produktif yang memiliki perhatian besar terhadap persoalan demokrasi, keadilan sosial, ekonomi-politik, sekaligus ketekunan dalam menggali pemikiran Bung Karno.

"PDI Perjuangan sangat berduka atas berpulangnya Mas Airlangga Pribadi Kusman. Indonesia kehilangan seorang intelektual yang memiliki keberanian berpikir, ketekunan akademik, dan kepedulian yang sangat kuat terhadap persoalan rakyat, demokrasi, serta masa depan Indonesia," kata Hasto di Jakarta, Rabu.

Menurut Hasto, salah satu hal yang menonjol dari sosok Airlangga adalah ketekunannya menggali kembali pemikiran-pemikiran besar Bung Karno dan mendialogkannya dengan berbagai persoalan kontemporer.

Bagi Airlangga, kata Hasto, Bung Karno tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai tokoh sejarah atau dikenang melalui simbol-simbol. Pemikiran Bung Karno harus terus dipelajari, diperdebatkan secara intelektual, dan dikontekstualisasikan untuk menjawab tantangan zaman.

"Mas Angga memiliki kegelisahan intelektual yang sangat kuat tentang bagaimana pemikiran Bung Karno tetap hidup. Bung Karno bagi Mas Angga adalah rekan jejak masa lalu, sekarang, dan masa depan. Mas Angga mengingatkan kembali tentang falsafah pembebasan rakyat Marhaen sebagai praksis terpenting ideologi Pancasila. Gagasan tentang Marhaenisme, keadilan sosial, nasionalisme, internasionalisme, dan pembebasan manusia harus terus dibaca dalam konteks persoalan hari ini," urai Hasto.

Perhatian Airlangga terhadap pemikiran Bung Karno tercermin dalam karya terbarunya, Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, yang ditulis bersama Rocky Gerung. Melalui buku itu, Airlangga berusaha mempertemukan Marhaenisme dengan generasi baru Indonesia. Bagi Hasto, ikhtiar tersebut penting karena menunjukkan kepedulian Airlangga agar anak-anak muda tidak tercerabut dari akar pemikiran para pendiri bangsa.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan duka cita atas meninggalnya akademisi Airlangga Pribadi Kusman yang dikenal tekun menggali pemikiran Bung Karno.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News