Heboh Antrean BBM Bersubsidi di Makassar, Idrus Harap Polisi Tindak Dugaan Penimbunan
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham berharap aparat kepolisian bisa mengusut dugaan kasus penimbunan atau penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menyikapi antrean panjang warga membeli Pertalite di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Kalau memang ada yang menimbun atau menyalahgunakan BBM subsidi, Partai Golkar mendukung sepenuhnya kepolisian untuk menindak tegas," kata Idrus kepada awak media, Selasa (15/9).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketum Golkar Bahlil Lahadalia mengungkap dugaan kendaraan yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas sangat besar menyikapi antrean membeli BBM subsidi di Makassar.
Idrus mengingatkan BBM bersubsidi merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat dan kelompok yang memang berhak menerimanya.
"Jangan sampai kepentingan segelintir oknum mengorbankan kepentingan masyarakat banyak,” ujar dia.
Idrus melanjutkan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, terlebih ketika masyarakat membutuhkan kepastian atas ketersediaan energi.
"Ini tindakan yang tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga nyata merugikan rakyat dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat," ujar eks Menteri Sosial (Mensos) itu.
Idrus menuturkan persoalan BBM tidak boleh hanya dilihat dari sisi ketersediaan stok.
Waketum Golkar Idrus Marham mengaku sangat menyayangkan munculnya dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.
- Bawa Pesan Bahlil ke Dapil, Misbakhun Ajak Kader Jaga Kebesaran Golkar
- Bahlil dan PLN Bahas Rencana Pemberian Kompensasi Imbas Blackout di Batam
- Kritisi Survei CELIOS, ARF Menduga Ada yang Ingin Jadi Menteri
- Bawa Pesan Bahlil, Misbakhun Ajak Kader Golkar Terus Sukseskan Program Prabowo
- Zaki Iskandar Membela Bahlil Lahadalia
- Kritik Survei CELIOS yang Mengungkap Kinerja Bahlil, Idrus Pakai Diksi Konspiratif
JPNN.com




