Herman Pamit Mau ke Jambi, 1 Bulan Kemudian Tak Ada Kabar, Oh Ternyata

Herman Pamit Mau ke Jambi, 1 Bulan Kemudian Tak Ada Kabar, Oh Ternyata
Tengkorak Herman Lubis dievakuasi ke RSUD Raden Mataher untuk diautopsi. Foto: jambi-independent.co.id

jpnn.com, MUAROJAMBI - Kasus penemuan jasad Herman Lubis, 31, warga Dusun 1 Desa Padanggenting, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, yang tinggal tengkorak pada Rabu (22/9) pagi masih terus diselidiki Polres Muarojambi.

Kasubag Humas Polres Muarojambi AKP Amradi mengatakan tengkorak Herman pertama kali ditemukan Rohmad, 67, di Desa Simpang Sungaiduren, Kecamatan Jaluko.

Awalnya Rohmad tengah membersihkan kebun miliknya. Tak lama kemudian, ia menemukan tulang manusia.

Kemudian Rohmad melaporkan poenemuan tersebut ke Kades Simpang Sungaiduren, Mulyadi.

"Lagi bersihkan kebun, saksi melihat tulang itu sempat takut lalu melapor ke polisi,” kata AKP Amradi.

Amradi mengatakan begitu mendapatkan Informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Jaluko dan Unit Opsnal berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim Muaro Jambi dan menuju RSUD Raden Mataher untuk pemeriksaan autopsi.

“Dari pengakuan ibunya, sebelum pergi satu bulan lalu, yang bersangkutan pamit mau ke Jambi bekerja. Namun setelah itu tidak ada lagi kabarnya,” jelasnya.

Dari TKP, Polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti tas ransel warna cokelat berisi satu celana training pendek warna hitam, satu tas kecil, satu power bank, satu HP Xiaomi, dan beberapa barang lainnya.

Kasus penemuan jasad Herman Lubis, 31, warga Dusun 1 Desa Padanggenting, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, yang tinggal tengkorak pada Rabu (22/9) pagi masih terus diselidiki Polres Muarojambi.