Hibah Vaksin Perancis Tiba, Bea Cukai Soekarno-Hatta Percepat Layanan Impor

Hibah Vaksin Perancis Tiba, Bea Cukai Soekarno-Hatta Percepat Layanan Impor
Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta mengawasi kedatangan vaksin AstraZeneca bantuan Pemerintah Perancis untuk Indonesia. Foto: Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Soekarno-Hatta kembali memberikan pelayanan dan fasilitas terhadap importasi vaksin bantuan Pemerintah Perancis.

Bantuan vaksin jenis AstraZeneca tahap II dan III itu tiba pada 16 dan 23 September sebanyak 2,2 juta dosis.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan menyampaikan pelayanan yang diberikan atas kedatangan vaksin tersebut berupa percepatan pengeluaran atas barang dengan karakteristik tertentu yang dikenal dengan istilah pelayanan segera atau rush handling.

"Bea Cukai Soekarno-Hatta juga memberikan fasilitas pembebasan bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), maupun Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 impor," sebut Finari Manan.

Hadir menyaksikan kedatangan vaksin kali ini First Counselor Kedutaan Prancis Myriam Saint-Pierre dan Direktur Eropa I Ida Bagus Made Bimantara.

Keduanya juga meninjau langsung kegiatan penimbunan pada gudang Rush Handling PT Jasa Angkasa Semesta setelah dibongkar dari pesawat pengangkut Singapore Airlines SQ956 dan Turkish Airlines TK056.

"Dengan kedatangan tahap ketiga vaksin hibah dari Perancis ini menandakan sudah tahap ke-79 total vaksin yang datang ke Indonesia," jelasnya.

Finari menyampaikan hibah vaksin dari pemerintah Perancis ini merupakan bagian dari mekanisme skema global Covax program World Health Organization (WHO) untuk mengupayakan keadilan dan pemerataan distribusi vaksin ke berbagai negara.

Bea Cukai Soekarno-Hatta akan terus mengasistensi pengiriman vaksin ke Indonesia.