Hikmahanto Nilai Trump Abaikan Hukum Dunia dan Langgar 4 Poin Dasasila Bandung
jpnn.com - Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana menyebutkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terang-terangan melanggar sedikitnya empat poin hasil Konferensi Asia Afrika 1955, yakni Dasasila Bandung.
Menurut Hikmahanto, Trump dalam menjalankan politik luar negeri dengan mengabaikan hukum internasional.
Hal demikian dikatakan dia saat berpidato pada seminar Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu (18/4).
"Trump mengatakan saya tidak butuh hukum internasional, yang menentukan saya (Trump, red) akan berhenti perang atau tidak itu moralitas saya sendiri. Coba bayangkan," kata Hikmahanto, Sabtu.
Dia mencontohkan praktik politik Trump ketika AS melakukan intervensi di Venezuela dan Iran serta melakukan tekanan melalui perjanjian dagang yang menggerus kedaulatan negara lain.
Hikmahanto pun membandingkan keberanian Malaysia yang berani mengambil sikap tegas terhadap AS.
"Pertanyaannya, apakah kita sebagai pencetus Dasasila Bandung berani melakukan hal serupa," kata Hikmahanto.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) PDIP Andi Widjajanto mengingatkan bahwa kedaulatan Indonesia atas wilayah laut yang meluas tujuh kali lipat berkat Deklarasi Juanda 1957 kini terancam oleh perbedaan interpretasi hukum internasional.
Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana menyebutkan Presiden AS Donald Trump menjalankan politik luar negeri dengan mengabaikan hukum internasional.
- Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Diteken Hari Ini, Selat Hormuz segera Dibuka
- UEA Pastikan Tidak Ada Dana Rp 53 T untuk Republik Islam Iran
- Menlu Abbas Araghchi Sebut Kesepakatan Iran-AS Hampir Tercapai
- Iran Keluarkan Peringatan Tegas, Jangan Coba-Coba Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
- Iran Kembali Menutup Selat Hormuz
- Lemas Lagi, Rupiah Melorot 45 Poin, USD Jadi Rp 17.989
JPNN.com




