Senin, 27 Mei 2019 – 06:26 WIB

Hizbullah Tolak Keputusan Tribunal

Senin, 04 Juli 2011 – 10:01 WIB
Hizbullah Tolak Keputusan Tribunal - JPNN.COM

BEIRUT - Keputusan Pengadilan Khusus untuk Lebanon atau Special Tribunal for Lebanon (STL) memasukkan empat orang anggota Hizbullah dalam daftar buron kasus pembunuhan mantan Perdana Menteri (PM) Rafiq Hariri menuai respons. Hizbullah memutuskan untuk menolak keputusan tersebut. Padahal, STL telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap empat orang tersebut.
 
Pemimpin Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah berdalih bahwa tidak ada kekuatan apapun yang mampu menangkap anggota mereka. Pernyataan itu adalah reaksi pertama dari organisasi militan Islam tersebut sejak STL mengumumkan keputusannya pada Kamis lalu (30/6).
 
Sebelumnya, Hizbullah berkali-kali menyatakan tidak mengakui pengadilan yang didukung PBB tersebut dan mengancam akan melawan. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam (2/7) waktu setempat, Nasrallah menolak semua tuduhan STL. Dia menyatakan bahwa keputusan tersebut sengaja dibuat untuk menyerang kelompoknya yang kini menguasai pemerintahan Lebanon tersebut.
 
Nasrallah menganggap empat anggota Hizbullah yang ditarget tersebut sebagai saudara yang berperan penting dalam perlawanan terhadap pendudukan Israel. "Mereka (STL) tidak akan bisa menemukan atau menangkapnya dalam waktu 30 hari, 60 hari. Atau, bahkan, setahun, dua tahun, 30 tahun atau 300 tahun sekalipun," tegasnya. "Yang akan terjadi hanyalah pengadilan in absentia, pengadilan yang vonisnya sudah diputuskan," tambahnya.

Nasrallah lalu menggambarkan STL sebagai lembaga yang penuh dengan korupsi moral dan keuangan. STL juga dianggap bagian dari skenario Israel. "Apakah Anda berharap pengadilan itu akan adil terhadap para pejuang yang memerangi Israel?" katanya bertanya. "Pengadilan itu, sejak awal, dibentuk untuk menarget musuh secara politik," ujarnya seperti dikutip BBC. 
 
Dalam siaran televisi itu pula, Nasrallah menunjukkan sejumlah dokumen yang menggambarkan bahwa ketika tribunal tersebut memindahkan personelnya dari Lebanon menuju Den Haag pada 2009, STL mengirimkan 97 unit komputer melalui Israel.
 
Dukungan terhadap Hizbullah datang dari Iran. Ketua parlemen Iran Ali Larijani menyatakan bahwa keputusan STL tersebut merupakan akal-akalan untuk meruntuhkan legitimasi pemerintah Lebanon. "Kita tahu AS menolak pemerintah Lebanon yang dipimpin PM Najib Mikati. Tapi, mereka gagal karena kewaspadaan pemimpin Lebanon.
Sekarang mereka menciptakan pengadilan yang digunakan sebagai alat untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap pemerintahan baru tersebut," ujar Larijani di sela acara kunjungan resminya ke Azerbaijan.

Pengamat telah memprediksi reaksi Iran tersebut. Sebab, apapun yang dilakukan Hizbullah harus diberitahukan kepada pemimpin Iran. Saat pembunuhan Hariri terjadi, Larijani menjabat penasihat keamanan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini. Larijani adalah mantan anggota Garda Revolusi Iran, kelompok yang membidani lahirnya Hizbullah pada 1982. (AFP/BBC/cak/dwi)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar