Hormati Nyepi, ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan di Lintas Utama Jawa-Bali-Lombok
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan menyampaikan kebijakan penyesuaian operasional ini juga dilakukan karena momentum Nyepi berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan mobilitas masyarakat.
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi pergerakan pada periode 13 hingga 29 Maret.
Pengaturan tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.
“Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ujar Aan dalam keterangan resminya, Kamis (5/3).
Selain pengalihan kendaraan, pemerintah juga menetapkan kebijakan delaying system melalui titik buffer zone di jalur tol maupun non-tol serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
Optimalkan Layanan

Sejalan dengan kebijakan tersebut, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan tetap optimal untuk menghadapi periode Angkutan Lebaran.
ASDP akan menghentikan sementara layanan penyeberangan di lintasan Jawa–Bali dan Lombok selama perayaan Hari Raya Nyepi
- Angkutan Lebaran 2026 Berjalan Baik, Menhub Apresiasi Kinerja ASDP
- Bersama 14 BUMN, ASDP Bangun Kabupaten Raja Ampat Lebih Berkelanjutan
- ASDP Sukses Kelola Mudik 2026, Survei Menunjukkan Kepuasan Publik Tinggi
- Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, Menhub Dudy Soroti kepadatan di Rest Area dan Gilimanuk
- Lonjakan Truk Logistik Padati Pelabuhan Ketapang, Kolaborasi ASDP & Stakeholder Jadi Kunci
- Layanan Penyeberangan Nasional Terkelola Optimal, Arus Mudik & Balik Lancar Terkendali
JPNN.com




