Hujan Salat
Oleh: Dahlan Iskan
Indonesia memang penghasil perak yang besar. Yakni sebagai produk sampingan dari tambang emas dan tembaga. Seperti di Freeport dan NTB. Tapi Indonesia tidak punya tambang yodium. Penghasil yudium terbesar adalah Chili dan Jepang.
Air laut memang mengandung yodium tapi kadarnya terlalu rendah. Beda dengan Chili dan Jepang: mereka punya tambang yodium karena air asin bawah tanah mereka beryodium kadar tinggi.
Uni Emirat Arab tidak punya tambang perak maupun yodium. Tapi UEA tergolong negara yang paling sering membuat hujan buatan. Meski orang UEA punya Tuhan, mereka lebih punya uang: lewat hujan buatan mereka mampu mengubah padang pasir jadi lahan sayur dan buah.
Maka bukan karena tidak punya tambang yodium Indonesia sulit bikin hujan buatan. Yang Indonesia tidak punya adalah uang. Bikin hujan buatan itu mahal sekali.
Untuk bisa bikin hujan yang mampu memadamkan kebakaran hutan di Kalbar bisa habis Rp 2 triliun.
Jauh lebih murah melakukan salat Istisqa. Indonesia punya umat Islam terbesar di dunia.(*)
Video Terpopuler Hari ini:
Manusia Indonesia kelihatannya sudah tidak berdaya menghadapi kebakaran hutan dan kekeringan. Mereka pun pilih bersandar kepada Tuhan.
Redaktur : Tim Redaksi
Reporter : Tim Redaksi
- Upaya Memadamkan Kebakaran Hutan dengan 'Dry Ice' Dimulai di Sumatera Selatan
- Tampil di Synchronize Fest 2026, Melly Goeslaw Ajak Penonton Berdoa Agar Karhutla Segera Teratasi
- Karhutla Terus Berulang, Syahrul Aidi DPR Dorong TNI Hadir Lewat Operasi Militer
- Minta Pemerintah Belajar dari Bu Mega, Hasto Sebut Karhutla Turunkan Muruah Negara
- Tampil di Synchronize Fest 2026, The Changcuters Ajak Penonton Doakan Karhutla Berakhir
- 276 Kecamatan di Jabar Terdampak Kekeringan
JPNN.com




