HUT ke-23, IndoCart Dorong Ekosistem 3D Printing Indonesia Jadi Inklusif
Fokus pada kualitas dan layanan
Di tengah persaingan distribusi perangkat teknologi yang semakin ketat, IndoCart yang saat ini memiliki dua gerai di Harco Mangga Dua dan Golden Boulevard BSD, memilih fokus pada keseimbangan antara kualitas produk, harga yang wajar, dan layanan pelanggan.
Albert menegaskan perusahaannya tidak menempatkan diri sebagai distributor dengan harga paling murah di pasar.
“Kami tidak memposisikan diri sebagai distributor yang menawarkan harga paling murah. Yang lebih penting bagi kami adalah menjaga keseimbangan antara harga yang wajar, kualitas produk, serta layanan yang dapat diandalkan,” ujar Albert.
Dia juga menambahkan IndoCart memiliki kebijakan untuk tidak menjual produk yang sudah tidak lagi didukung oleh produsen.
“Kami berkomitmen untuk tidak menjual produk clearance atau produk yang sudah discontinue. Setiap produk yang kami distribusikan dipastikan masih relevan dan memiliki dukungan purna jual yang jelas,” kata Albert.
Saat ini IndoCart mendistribusikan beberapa jenis teknologi printer 3D yang umum digunakan di berbagai sektor, terutama FDM (Fused Deposition Modeling) dan resin printing (SLA).
Printer berbasis FDM dan menggunakan material filament berbahan plastik seperti PLA, ABS, PETG yang dilelehkan dan dicetak secara berlapis untuk membentuk objek.
Pemiilik IndoCart Albert Ong mengatakan perusahaannya berupaya menghadirkan ekosistem teknologi yang lebih terbuka dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.
- Harga Tiket Pesawat Naik, Pengusaha Travel Umrah & Haji Mulai Resah
- Mendag Ungkap, Impor Bahan Baku Plastik Segera Tiba, Sabar Ya!
- Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri
- Atasi Risiko Geoteknik, Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan untuk Tambang Indonesia
- PPLI Pamerkan Teknologi Pengelolaan Limbah Terpadu di The 2nd Indonesia-Japan Environment Week
- ITS Indonesia Berpeluang Menangkan Market Urban Air Mobility Regional
JPNN.com




