Hyundai Dukung Inovasi Bobibos, Pelajari Performa dan Durabilitas Mesin
jpnn.com - Energi terbarukan menjadi angin segar bagi dunia otomotif. Ramah lingkungan dan tak tergantung dengan bahan bakar dari fosil bisa membuat Indonesia lebih sehat.
Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai menyambut positif inovasi bahan bakar nabati di Indonesia.
Saat ini sudah ada Pertamax Green, program B50 dan terbaru ada Bobibos yang masih menunggu regulasi pemerintah.
"Kami menyambut baik berbagai inovasi BBN di Indonesia. Inovasi seperti ini sejalan dengan komitmen global Hyundai, Progress for Humanity, serta upaya nasional menuju energi yang lebih ramah lingkungan," ujar Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto kepada wartawan, Selasa (9/12).
Menurut dia, riset lokal seperti Bobibos dan energi terbarukan lainnya sejalan dengan komitmen perusahaan. Hyundai juga menilai positif dalam mendukung transisi energi di Tanah Air.
"HMID akan terus mempelajari performa dan durabilitas kendaraan dengan bahan bakar inovatif tersebut, untuk memastikan standar global Hyundai tetap terjaga bagi konsumen," katadia.
Ke depan, lanjut dia, Hyundai akan mengikuti proses standarisasi dan kebijakan yang tetapkan pemerintah terkait energi terbarukan.
"Kami mendukung semua bentuk inovasi yang membawa inisiatif ramah lingkungan. Ke depan, Hyundai akan mengikuti proses standardisasi dan kebijakan yang ditetapkan oleh regulator terkait,” tambahnya.
Bobibos diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol, sehingga lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil
- Pelemahan Rupiah Otomatis Menekan Industri Otomotif Nasional, Pakar Beri Penjelasan
- Ditemukan Masalah Baru, Hyundai Palisade Kena Recall Lagi, Kamu Harus Cek!
- Hyundai Rilis Teaser i20 Gen IV, Kangen di Indonesia
- Ratusan Ribu Mobil Hyundai Kembali Terkena Recall, dari Tucson Hingga Ioniq
- Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
- Info Terbaru Penanganan Hyundai Palisade di Indonesia
JPNN.com




