Hyundai Tak Mau Buru-Buru Proyeksi Penjualan Mobil Listrik Seusai BBM Nonsubsidi Naik
jpnn.com, JAKARTA - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) merespons dampak kenaikan BBM non-subsidi terhadap industri kendaraan listrik.
Chief Operating Officer (COO) HMID Fransiscus Soerjopranoto menilai masih terlalu dini menyimpulkan pengaruh kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap kendaraan listrik.
Frans mengaku belum bisa memproyeksi ada atau tidaknya kenaikan lonjakan permintaan kendaraan listrik menyusul kebijakan baru tersebut.
Dia menyatakan perusahaan memilih untuk melakukan pengamatan secara bertahap terhadap respons pasar.
"Kami berpendapat, saat ini terlalu dini untuk menyimpulkan bagaimana regulasi ini akan berdampak pada permintaan kendaraan listrik secara keseluruhan," ujar Frans dikutip dari pesan singkat kepada jpnn.com, Rabu (22/4).
Hyundai meyakini regulasi membutuhkan ruang untuk diamati kinerjanya sebelum ditarik sebuah kesimpulan.
Perusahaan tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan proyeksi penjualan jangka pendek tanpa data lapangan yang valid.
"Kami meyakini untuk terlebih dahulu memberikan ruang bagi regulasi ini untuk diterapkan dan diamati secara semestinya," tuturnya.
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) merespons dampak kenaikan BBM non-subsidi terhadap industri kendaraan listrik.
- Palu Diguncang Gempa M 6,7, Warga Panik Serbu SPBU Berburu BBM Darurat
- Struk Pembelian Pertalite Viral, Begini Penjelasan Pertamina Patra Niaga
- SmartDeck Jadi Nilai Jual Baru Volkswagen ID Buzz Icon Collection
- Wagub Jateng Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas Kerukunan Umat Beragama
- Investasi Rp 15 Triliun Masuk Jateng, Industri EV Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
- Komut Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi dan Kelancaran Distribusi BBM di NTT
JPNN.com




