Ibam Bongkar Chat Perdana dengan Nadiem Makarim, Merasa Dikriminalisasi

Ibam Bongkar Chat Perdana dengan Nadiem Makarim, Merasa Dikriminalisasi
Mantan Konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief alias Ibam (tengah) membeberkan awal mula perkenalannya dengan eks Mendikbudristek Nadiem Makarim saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4). Foto: Kenny Kurnia Putra/jpnn

"Enggak ada tentang proyek, enggak ada. Kita ngebangun teknologi, aplikasi. Sebagian besar pekerjaan saya adalah berbicara dengan stakeholder," cetusnya dengan nada tegas.

Kini, Ibam harus menghadapi kenyataan pahit. Dia dituntut hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari.

Tak hanya itu, Ibam juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 16,9 miliar dengan ancaman tambahan hukuman 7,5 tahun penjara jika tidak mampu membayar.

Merasa dizalimi, Ibam pun melayangkan permohonan keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku telah menjadi korban kriminalisasi.

"Mohon bantuan kepada Presiden Prabowo terhadap ketidakadilan yang saya terima. Terhadap kriminalisasi orang-orang yang mau bantu Indonesia," kata Ibam. (mcr8/jpnn)


Mantan Konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief alias Ibam membeberkan awal mula perkenalannya dengan eks Mendikbudristek Nadiem Makarim.


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News