IBCSD & RTL Dorong Kolaborasi untuk Akeselerasi Ekonomi Sirkular di Indonesia

IBCSD & RTL Dorong Kolaborasi untuk Akeselerasi Ekonomi Sirkular di Indonesia
Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) pun berkolaborasi dengan Rantai Tekstil Lestari (RTL) menyelenggarakan Roundtable Discussion. Foto: dok IBCSD

“Kami ingin mendorong agar diskusi ini menghasilkan business-actionable solutions dan peluang pilot project yang benar-benar dapat dijalankan,” ujar Indah.

Dari perspektif rantai nilai industri, Basrie Kamba, Chairman of the Executive Board Rantai Tekstil Lestari (RTL), menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang mampu menghubungkan berbagai pelaku dan kebutuhan dalam implementasi ekonomi sirkular.

“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada forum atau diskusi, tetapi perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata,” ungkap Basrie. 

Semu pihak, kata dia, perlu memperkuat kapasitas pengolahan, edukasi, akses terhadap informasi dan teknologi, sekaligus membuka lebih banyak peluang untuk pemanfaatan kembali material dan daur ulang textile-to-textile. 

“Yang tidak kalah penting adalah memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan agar ekosistem ekonomi sirkular dapat berkembang dan berkelanjutan,” sebutnya.

Kolaborasi tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan kebijakan dan langkah implementasi di tingkat industri. 

Ketua Tim Kerja Koordinasi Standardisasi, Implementasi Industri 4.0, Industri Hijau, dan Industri Halal Direktorat Industri Tekstil, kulit, dan Alas Kaki, Kementerian Perindustrian Diana Muji Hartati mengatakan rencana aksi ekonomi sirkular tidak dapat berjalan secara otomatis tanpa langkah konkret di lapangan.

Implementasinya membutuhkan peran bersama, baik dari pemerintah, asosiasi, maupun pelaku industri. 

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) pun berkolaborasi dengan Rantai Tekstil Lestari (RTL) menyelenggarakan Roundtable Discussion

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News