Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS Terkendala Jenazah yang Hancur, Polda Sumsel Lakukan Ini
jpnn.com, PALEMBANG - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan menghadapi kendala serius dalam upaya mengidentifikasi 16 jenazah korban kecelakaan bus ALS yang terbakar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Kondisi jenazah yang hangus terbakar hingga sulit dikenali membuat petugas mengirimkan sampel DNA ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri untuk proses pencocokan data lebih lanjut.
"Kondisi jenazah sudah sangat sulit dikenali karena hangus terbakar. Beberapa tulang sudah hancur dan gigi hancur," ungkap Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Pol dr Budi Santoso saat gelar konferensi pers, Kamis (7/5).
Budi menyebut seluruh korban mengalami luka bakar hingga 99 persen akibat kebakaran hebat yang terjadi setelah kecelakaan maut tersebut.
Saat ini, Tim DVI tengah mengumpulkan sampel yang dinilai masih akurat untuk proses identifikasi korban.
"Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim ke Labfor Mabes Polri," ujar Budi.
Proses identifikasi dilakukan untuk memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Hasil sampel nanti akan keluar paling cepat lima hari atau paling lambat dua minggu. Mohon doanya," kata Budi. (mcr35/jpnn)
Sebanyak 16 sampel jenazah korban kecelakaan Bus ALS akan dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Cuci Hati
- Pernah Bertatus Istri Siri, Perempuan di PALI Bakar Rumah Mantan Mertua
- Polda Sumsel Tangkap 2 Pemalsu Situs Pendaftaran Bhayangkara Run 2026
- Kasus Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura, Polda Sumsel: Proses Hukum Berjalan Transparan
- Polda Sumsel Tangkap 11 Pelaku Tambang Ilegal Batu Bara di Kawasan IUP PTBA
- Polda Sumsel Bongkar Pertambangan Ilegal Batu Bara di Kawasan IUP PTBA, Ringkus 11 Tersangka
- Website Palsu Sumsel Bhayangkara Run 2026 Dibongkar, 2 Tersangka Ditangkap di Pekanbaru
JPNN.com




