Igor Tolic Protes Jadwal Final Piala Presiden 2026, Panpel Merespons Begini

Igor Tolic Protes Jadwal Final Piala Presiden 2026, Panpel Merespons Begini
Pelatih Persib Igor Tolic saat ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

"Untuk Piala Presiden 2026 ini, kita sudah mendapatkan approval dari AFC. Di mana untuk mendapatkan approval itu kita juga memberikan schedule, regulasi, dan hal-hal administrasi lainnya," ujar Risha.

"Kita pun sudah bersosialisasi sebanyak tiga kali kepada klub-klub, dimulai dari dengan team briefing secara online karena ada beberapa klub masih di negara masing-masing, termasuk juga MCM yang kita lakukan baik Grup A dan Grup B," lanjutnya.

Sebagai solusi atas ketatnya jadwal pertandingan, panitia mengeklaim telah memberikan fleksibilitas penuh kepada para kontestan untuk merotasi pemain secara besar-besaran di setiap laga guna meminimalkan risiko kelelahan.

Kelonggaran yang diberikan ialah tim dibolehlan melakukan pergantian pemain sebanyak 12 kali di setiap laga.

"Dan untuk mengantisipasi tentang schedule yang sangat ketat, kita memberikan kebebasan kepada klub peserta untuk mengganti rotasi pemain sebanyak 12 pemain dalam satu kali pertandingan. Jadi tinggal pelatih saja untuk mengatur gimana rotasi itu bisa dilaksanakan," tutur Risha.

Selain itu, panitia juga mengaku telah memberikan ruang bagi klub-klub semifinalis untuk memperkuat skuadnya di tengah turnamen dengan membuka kesempatan pendaftaran pemain baru menjelang babak empat besar.

"Dan untuk di babak semifinal pun, dua hari tanggal 27 Juli itu, kita memberikan surat kepada seluruh peserta yang masuk babak semifinal untuk mendaftarkan pemain barunya kembali. Jadi banyak sekali, dinamis sekali dari kompetisi yang kita berikan kepada klub-klub tersebut," tutupnya. (mcr27/jpnn)

Panitia penyelenggara Piala Presiden merespons kritik keras yang dilayangkan pelatih Persib soal mepetnya jadwal semifinal - final, dan dampak buruk pada pemain


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News