IHSG Melemah, Saham BBTN Malah Naik ke Rp 1.285
jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 3,46 persen ke level 6.370,68 pada penutupan perdagangan saham Selasa, 19 Mei 2026.
Pelemahan IHSG disebabkan mayoritas saham-saham bluechip dan penggerak pasar mengalami penurunan drastis.
Di tengah pelemahan IHSG tersebut, saham perbankan pelat merah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 1,18 persen ke Rp 1.285.
Saham BBTN secara year to date tetap mengalami kenaikan 9,36 persen di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Harga saham BBTN dalam tiga bulan terakhir pun tumbuh 5,33 persen, terangkat 6,64 persen dalam enam bulan terakhir, hingga melonjak 46,02 persen dalam setahun.
Melihat hal itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan saham BBTN masih menunjukkan kinerja yang resilien di tengah pelemahan saham empat perbankan raksasa yang kini berada dalam fase downtrend.
Nafan juga menyoroti valuasi BBTN saat ini tergolong murah.
Berdasarkan data pada platform HOTS milik Mirae Asset Sekuritas Indonesia, BBTN diperdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) sekitar 0,5 kali dan price to earnings ratio (P/E) sekitar 4,1 kali.
saham perbankan pelat merah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 1,18 persen ke Rp 1.285 di tengah pelemahan IHSG
- Rupiah Gas Pol, IHSG Menghijau, Semua Terdampak The Fed
- IHSG BEI Datar, Coba Bandingkan dengan Bursa Saham Lainnya
- Relaksasi Kuota Produksi Nikel Jadi Angin Segar bagi Saham Tambang Nasional
- Rating Utang Indonesia Stabil, IHSG Menguat 2,23%
- IHSG Hari Ini Menguat, Liza Mengungkap Kondisi yang Menenangkan Pasar
- Perluas Akses Kepemilikan Rumah, BTN & BPS Hadirkan Solusi Berbasis Data
JPNN.com




