IHSG Melemah, Saham BBTN Malah Naik ke Rp 1.285
Dengan valuasi tersebut, ia menilai BBTN dikategorikan sebagai saham undervalued dan masih menarik untuk dikoleksi oleh investor sebagai pilihan saham defensif.
“Apalagi kan IHSG tengah volatilitas, jadi ini bagi investor saham BBTN menarik untuk diakumulasi sebagai defensive stock di tengah volatilitas indeks,” kata Nafan dalam analisisnya, Selasa (19/5).
Meskipun pergerakan sahamnya saat ini cenderung sideways, Mirae Asset Sekuritas menargetkan harga saham BBTN bisa di level Rp 1.375.
Di samping itu, Nafan mencermati kinerja penyaluran kredit BBTN pada kuartal pertama 2026 yang masih tumbuh sekitar 10 persen.
Menurut Nafan, penurunan cost of credit turut menjadi indikator kuat membaiknya kualitas aset perusahaan.
Nafan juga menilai sentimen positif BBTN ditopang peran strategis dalam mendukung program pemerintah terkait penyediaan 3 juta rumah.
Selain itu, aksi spin-off unit usaha syariah dinilai menjadi katalis tambahan bagi saham BBTN.
Lebih jauh, tangguhnya saham BBTN juga salah satunya karena tidak memiliki eksposur terhadap kredit koperasi berbasis valas.
saham perbankan pelat merah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 1,18 persen ke Rp 1.285 di tengah pelemahan IHSG
- Penertiban Tambang Ilegal Berimplikasi Pada Laba hingga Harga Saham TINS
- Kurs Rupiah Hari Ini Melemah, IHSG Dibuka Menguat
- Tren Baru Investor Ritel: 1 dari 5 Investor Baru Pluang Lirik Saham Global
- BEI Catat Pertumbuhan 16,83% Dibanding Akhir 2025
- Dukung Kawasan Urban Berkelanjutan, BTN Tanam 10 Ribu Mangrove di Bali
- BTN Wujudkan Mimpi Penyandang Disabilitas Miliki Rumah
JPNN.com




