IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah

IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Foto: soyrce for jpnn

"Besok kami tambah lagi. Tahun 2027 (roadmap pembangunan) kita adalah pariwisata, prioritaskan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, dan potensi ekonomi baru," tegasnya.

Selain itu, Luthfi menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk terus memantau dan mengevaluasi tingkat kemantapan jalan provinsi.

Ia menargetkan kondisi kemantapan jalan di Jawa Tengah kembali mencapai 94 persen pada 2026 setelah sempat menurun akibat hujan berkepanjangan pada awal tahun.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan daerahnya menerima bantuan IJD sebesar Rp93 miliar pada Tahun Anggaran 2025.

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas jalan di wilayah perbatasan dan antarkecamatan sehingga memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

"Ke depan sudah diminta lagi mengusulkan untuk daerah-daerah yang memang basis ketahanan pangan dan pariwisata kita usulkan agar dapat IJD lagi," kata Arief.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pelaksanaan Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 menangani pembangunan dan peningkatan 1.151 kilometer jalan di 37 provinsi.

Menurutnya, infrastruktur tersebut berperan penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai produk lainnya dari desa menuju pasar maupun kawasan industri.

Gubernur Ahmad Luthfi menyebut Inpres Jalan Daerah (IJD) mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News