Imigrasi Semarang Berkolaborasi Untuk Dukung Perkembangan Investasi di KIK
jpnn.com, KENDAL - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang bersama PT Kawasan Industri Kendal (KIK) melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Unit Layanan Izin Tinggal pada Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada pelaku usaha dan warga negara asing yang berada serta berkegiatan di kawasan tersebut.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah Haryono Agus Setiawan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang Ari Widodo, Direktur Eksekutif PT Kawasan Industri Kendal Juliani Kusumaningrum serta Kepala Bidang Pengawasan Administrator KEK Kendal Cahyo Prasetiadi.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun pelayanan keimigrasian yang makin mudah diakses, efektif, dan mendukung perkembangan investasi di KEK Kendal.
Kehadiran ULTIMA I'M SEZ di KEK Kendal diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan izin tinggal keimigrasian bagi perusahaan maupun warga negara asing di kawasan tersebut.
Dengan layanan yang makin dekat, proses pelayanan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, serta pelaksanaan fungsi pengawasan keimigrasian.
Melalui penandatanganan perjanjian kerja sama ini, Imigrasi Semarang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kemudahan berusaha sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kehadiran ULTIMA I'M SEZ di KEK Kendal menjadi wujud nyata komitmen dalam menghadirkan pelayanan keimigrasian yang makin dekat, responsif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia usaha. (cuy/jpnn)
Kantor Imigrasi Semarang bekerja sama dengan Kawasan Industri Kendal untuk dukung perkembangan investasi.
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
- Menko Airlangga Resmikan Pabrik PT HSG Material Indonesia Senilai Rp710 Miliar di KEK Kendal
- Butuh Dana Segar Rp13 Triliun Agar Ekonomi Indonesia Ajeg
- Luhut Beberkan Kondisi Indonesia kepada Para Investor, Jangan Kaget
- Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dengan Total Investasi Rp180 Triliun di Maluku Utara
- Renault Kucurkan Investasi Rp200 Triliun untuk Garap EV dan Mobil Murah
- Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun
JPNN.com




