Imlek Banteng
Oleh: Dahlan Iskan
jpnn.com - SAYA buka seluruh kancing baju. Saya bergegas ikut duduk di atas rumput –sebelum wanita itu berdiri untuk menyalami kedatangan saya.
Beberapa orang di sebelahnyi sudah terlihat mulai berdiri. Saya tidak mau wanita itu bersusah berdiri. Lebih baik saya segera ikut duduk di rumput –sama-sama lesehan di situ. Toh rumputnya tebal. Rata. Bersih.

Enak juga duduk di atasnya. Menghadap panggung. Ada pertunjukan di panggung malam itu –lagi menampilkan band mahasiswa ITB.
Wanita itu muda. Bukan wanita biasa. Dia wakil menteri, tetapi tidak seperti pejabat pada umumnya. Dia hanya pakai kaus. Celana jeans. Khas gaya anak muda masa kini.
Dia Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Buddha. Vegetarian. Summa cum laude. Pernah di banyak negara sebagai eksekutif Standard Chartered Bank.
Saya duduk agak jauh dari Irene, satu-satunya anggota kabinet yang beragama Buddha itu. Dia adalah ketua panitia Imlek Nasional di Lapangan Banteng ini.
Saya sendiri datang terlambat. Saya harus lebih dulu hadir di acara Imlek yang lain: di studio pusat Metro TV. Di acara inilah teman-teman tokoh Tionghoa bertanya: apakah saya sudah ke Lapangan Banteng.
SAYA buka seluruh kancing baju. Saya bergegas ikut duduk di atas rumput –sebelum wanita itu berdiri untuk menyalami kedatangan saya.
- Dukung Arahan Prabowo, Ketum LOGIS 08 Minta Aparatur Negara Berbenah dan Tingkatkan Integritas
- FKN-08 Gelar Konsolidasi Rakyat Organisasi Relawan Pendukung Prabowo, Sepakati 4 Hal Penting
- Bawah Bantal
- Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Memberantas Korupsi
- Minta Pengelola SPPG Tak Curangi Menu MBG, Prabowo: Jangan Satu Ayam Dipotong 20
- Perang Bintang
JPNN.com




