Impor Beras 1.000 Ton dari AS Diperuntukkan Bagi Turis
Amran mengaku stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog saat ini melimpah dan mencapai hampir empat juta ton.
Jika dibandingkan dengan total cadangan tersebut, rencana impor 1.000 ton itu kecil sehingga tidak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.
"Jadi, harus rasional. Jangan pakai rasa. Yang baru akan (impor beras 1.000 ton itu) seakan hantu, tetapi yang pemerintah telah ekspor 2.280 ton ke Arab Saudi itu yang perlu bahas sekarang," kata Amran.
Adapun impor beras ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang tarif imbal balik dengan Amerika Serikat.
Dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) disebutkan Indonesia akan mengimpor komoditas pertanian senilai USD 4,5 miliar.
Salah satu komoditas tersebut adalah beras dengan total 1.000 ton beras per tahun. Beras ini meliputi gabah, beras lepas kulit, beras putih dan beras pecah (menir).(antara/jpnn)
Rencana impor pemerintah terhadap 1.000 ton beras dari Amerika Serikat (AS) diklaim tidak bertentangan dengan swasembada pangan.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Pengadaan Gabah dan Beras Tembus 77 Persen dari Target, Kinerja BULOG Diapresiasi BPK
- Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Makin Pedas, Beras Aman?
- Jaga Kualitas Banpang, BULOG Pastikan Ganti Beras Bantuan di Bangkalan Sebelum Disalurkan
- BULOG Serap 3 Juta Ton Gabah-Beras Petani, Rekor Baru Penguatan Cadangan Pangan Nasional
- Gandeng Petani Tebu, Pertamina NRE Siap Mencapai Swasembada Energi Nasional
- BULOG Perkuat Kolaborasi dengan Kampus untuk Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
JPNN.com




