Impor Minyak dari Rusia Tak Signifikan Tekan Harga BBM, Pengamat Beberkan Alasannya
jpnn.com, JAKARTA - Rencana Pemerintah Indonesia untuk mengimpor minyak mentah dari Rusia, dinilai tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dalam negeri.
Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Energi dari Center of Reform on Economics (CORE), Muhammad Ishak Razak.
Ishak menjelaskan meskipun pemerintah berhasil mendapatkan minyak mentah tersebut dengan harga diskon, dampaknya tetap kecil untuk harga BBM domestik.
Penurunan harga rata-rata pengadaan baru akan terasa jika volume pembelian dilakukan dalam skala yang jauh lebih masif.
Pernyataan itu merujuk pada skema perhitungan harga yang masih dipengaruhi oleh berbagai faktor pasar global lainnya.
"Harga pengadaan BBM akan turun tapi tidak signifikan dalam mempengaruhi harga pengadaan secara keseluruhan," kata Ishak kepada Jpnn.com, Selasa (5/4).
Pemerintah diketahui berencana mengimpor sekitar 150 juta barel minyak dari Rusia yang rencananya akan dilakukan secara bertahap.
Menurut analisis Ishak, langkah impor akan lebih berdampak pada penguatan jaminan pasokan energi nasional dibanding upaya menekan harga di tingkat konsumen.
Pengamat menyatakan mengimpor minyak mentah dari Rusia tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan harga BBM.
- Jangan Kaget, Sebegini Harga Solar di SPBU Shell
- Pemerintah Diminta Terbuka Terkait Harga Keekonomian BBM Bersubsidi
- Soal Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Erik Hermawan Dorong Kebijakan Energi Lebih Adaptif dan Berkeadilan
- SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bisa Menyesuaikan
- Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ketua DPR: Kenapa dan Sampai Kapan?
- Harga BBM Melambung, Legislator PAN Dorong Akselerasi Transisi Energi
JPNN.com




