INDEF: Pengawasan Distribusi BBM Subsidi Harus Diperketat
Fadhil mengingatkan, jika antrean solar subsidi berlangsung lama, kondisi tersebut dapat mengganggu distribusi barang dan meningkatkan biaya logistik nasional.
Dalam jangka panjang, dampaknya juga bisa memengaruhi inflasi daerah hingga kesejahteraan masyarakat.
“Dampaknya terhadap inflasi dan aktivitas ekonomi daerah tentu bisa mulai terasa, terutama apabila distribusi barang terganggu dan biaya operasional meningkat,” ujarnya.
Fadhil kembali menekankan pentingnya penguatan pengawasan distribusi BBM subsidi. Ia menegaskan pengawasan ini harus menjadi prioritas pemerintah dan Pertamina.
Menurut dia, pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan sistem identifikasi penerima, tetapi juga membutuhkan verifikasi yang lebih kuat dan integrasi data antar lembaga.
Hal terpenting bukan mengidentifikasi konsumen, tetapi memastikan penerima manfaat subsidi tepat sasaran.
"Data sosial ekonomi masyarakat perlu disinergikan dengan data Pertamina, pemerintah daerah, dan kementerian terkait agar distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran,” katanya. (esy/jpnn)
Pendiri Indef Fadhil Hasan menegaskan pengawasan distribusi BBM subsidi harus diperketat pada kondisi sekarang.
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Mesyia Muhammad
- HNSI Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Khusus Nelayan
- Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
- Selat Hormuz Ditutup Lagi, Ini Prediksi Harga Minyak Dunia dan Emas
- DJP Uji Coba Co-operative Compliance dengan Pertamina, Tekan Potensi Sengketa Pajak
- Usulan Kuota Solar Bersubsidi 2026 di Sumsel Membengkak, Diduga Ada Kesalahan Input Data
- Bersama Pertamina, Pembalap Muda Qarrar Firhand Menorehkan Sejarah di WSK Euro Series
JPNN.com




