Indonesia Kejar Target Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030
jpnn.com, JAKARTA - Setelah hampir enam dekade sejak kasus demam berdarah dengue (DBD) pertama kali tercatat di Indonesia pada 1968, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes itu masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Pemerintah menargetkan Indonesia dapat mencapai nol kematian akibat dengue pada 2030.
Kasus DBD pertama di Indonesia dilaporkan melalui kejadian luar biasa di Jakarta dan Surabaya pada 1968.
Saat itu tercatat 58 kasus dengan 24 kematian. Seiring perbaikan tata laksana kasus dan pengendalian penyakit, tingkat kematian akibat DBD kemudian dapat ditekan hingga di bawah 1 persen.
Meski demikian, beban penyakit dengue masih tergolong besar.
Studi Burden of Disease yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada memperkirakan terdapat lebih dari 2 juta rawat inap akibat dengue di Indonesia sepanjang 2024. Beban ekonominya diperkirakan mencapai hampir Rp9 triliun.
Dokter sekaligus kreator konten dr. Gia Pratama Putra mengingatkan bahwa gejala awal DBD dapat menyerupai demam biasa.
Kondisi pasien, menurut dia, juga dapat memburuk dengan cepat pada fase tertentu.
Indonesia mengejar target nol kematian akibat demam berdarah dengue pada tahun 2030.
- 7 Manfaat Jambu Biji, Lindungi Tubuh dari Radikal Bebas
- Studi Ungkap Beban Ekonomi Dengue di Indonesia Hampir Rp9 Triliun, Pencegahan jadi Prioritas
- Gatut Sunu Soroti Sidang Tipikor Surabaya: Diduga Ada Intervensi & Saksi Tertekan
- KP2MI Hadirkan Asta Mandala SMK Go Global untuk Wujudkan SDM Unggul Berdaya Saing Global
- Anak-Anak Kembali ke Sekolah, Ancaman DBD Mengintai, Waspadalah!
- Beban Ekonomi Dengue di Indonesia Tembus Rp 9 Triliun, Pencegahan Perlu Diperkuat
JPNN.com




