Indonesia Maritime Week 2025, Captain Hakeng Serukan Kebangkitan Maritim Indonesia
Dia menegaskan dalam konteks ini, diskusi tentang pelabuhan pintar, keamanan laut, dan digitalisasi sistem pelabuhan menjadi kunci.
Menurutnya, Indonesia harus cakap bersaing dan berkolaborasi dengan negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Jepang.
IMW 2025 menyediakan ruang untuk memainkan peran tersebut secara konstruktif, dengan menampilkan solusi maritim yang tak hanya adaptif, tetapi juga proaktif terhadap disrupsi global.
Aspek strategis lainnya dari IMW 2025, lanjut Capt. Hakeng, adalah upaya memperkuat ekosistem triple helix: industri, akademisi, dan pemerintah.
Gelaran ini juga membuka ruang diskusi lintas sektor dan negara yang memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengembangan teknologi maritim nasional.
“Inilah ruang epistemik baru bagi Indonesia untuk mempercepat lompatan teknologi, seperti kapal berbahan bakar alternatif, sistem navigasi pintar, dan integrasi data pelabuhan,” kata Capt. Marcellus Hakeng.
Dia mengatakan pembangunan maritim nasional ke depan harus berbasis kebutuhan industri yang terus berkembang dan terdigitalisasi, bukan semata-mata berdasarkan pendekatan birokratis.
Selain itu, sambungnya, salah satu panel yang sangat strategis dalam gelaran IMW 2025, yaitu Panel 9 yang membahas "Trade Risk and Regulatory Compliance".
Indonesia harus membangun sistem keamanan maritim yang terintegrasi, cerdas, dan responsif.
- Profesor Feri Kusnandar Terpilih sebagai Ketua Umum di Kongres PATPI 2026
- PBNU Dinakhodai Mantan Pelaut, Momentum NU untuk Dorong Sektor Maritim Indonesia
- IKAL-Lemhannas Siap Hadirkan Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda
- Mudik 2026: Capt. Hakeng Ungkap Strategi Baru Manajemen Trafik Laut
- Pengamat Maritim Ingatkan Ancaman Baru yang Menghantui Keselamatan Pelaut Indonesia
- Capt. Hakeng Desak Transformasi Navigasi di Raja Ampat untuk Jaga Kedaulatan Ekosistem
JPNN.com




