Indonesia Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan untuk Hadapi Regulasi Global & EUDR
jpnn.com, JAKARTA - Indonesia memperkuat posisi produk hasil hutan di pasar global melalui sinergi kebijakan dan sertifikasi berstandar internasional.
Hal tersebut tercermin dalam penyelenggaraan seminar Bersinergi Mempromosikan Hutan Lestari dan Keberterimaan Produk Hasil Hutan Indonesia di Pasar Global oleh Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) di Jakarta, (25/11).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi sertifikasi kehutanan nasional dan memperluas penerimaan produk hasil hutan Indonesia di pasar internasional.
Seminar turut dihadiri Kementerian Kehutanan RI, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), lembaga sertifikasi, serta para pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) sebagai perwakilan pelaku industri kehutanan nasional.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti menekankan bahwa penguatan sertifikasi menjadi instrumen penting dalam menjawab tantangan global.
Dia menyampaikan bahwa sektor kehutanan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional, meski pertumbuhan sejumlah komoditas menunjukkan kecenderungan stagnan.
Laksmi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sistem regulasi dan praktik pengelolaan hutan yang kuat, namun tantangan reputasi tetap muncul. Ia mendorong adanya komunikasi yang lebih utuh, berbasis data, dan konsisten untuk menunjukkan bahwa Indonesia mengelola sumber daya hutan sebagai aset terbarukan yang dapat ditelusuri.
“Sertifikasi menjadi simpul penting dalam memastikan integritas, ketelusuran, dan akuntabilitas produk kayu Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia terus memperkuat sinergi sertifikasi hutan untuk menghadai regulasi global.
- APP Group Siapkan 4 Ribu Liter Minyak Goreng Murah di Bazaar Ramadan Kemenhut
- PDASRH Perkuat Rehabilitasi Mangrove di Sumatra melalui Program M4CR
- Pembalakan Liar di Kawasan Cagar Alam Napabalano, Tersangka Terancam 11 Tahun Penjara
- Lahan Perhutanan Sosial yang Terdampak Banjir Sumatra Segera Dipulihkan
- Kemenhut Luncurkan Platform MANDARA Untuk Perkuat Integrasi Data Mangrove
- Kemenhut Cabut Izin Konservasi YMT Kebun Binatang Bandung, Bagaimana Nasib Satwa?
JPNN.com




