Industri Pertahanan Indonesia Mulai Kembangkan Roket hingga Drone Kamikaze
Rudal ini mampu menghantam sasaran udara seperti helikopter hingga 3 kilometer.
Namun, Rudal ini masih dalam tahap pengembangan, dan belum bersertifikat.
Untuk platform udara tak berawak, ada drone kamikaze tipe loitering amunition bernama Rajata.
Drone ini dapat bermanuver di udara untuk mencari target, lalu menghantamkan diri.
“Kecepatannya bisa sampai dengan 200 kilometer per jam dan jarak jangkauan sampai dengan 30 kilometer,” kata petugas PT Dahana.
Kepala Pengembang Teknologi PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menjelaskan bahwa mayoritas produk rudal dan drone masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.
Menurutnya, penguasaan teknologi rudal dan roket masih dibatasi oleh negara-negara pemilik teknologi, sehingga Indonesia harus meneliti dan mengembangkan secara mandiri.
Untuk saat ini, produk roket PT Dahana sudah mencapai daya jangkau maksimal 84 km dan sedang menuju target 100 km.
Industri pertahanan dalam negeri terus mengalami perkembangan. Amunisi berat juga terus dikembangkan di dalam negeri
- Korps Marinir TNI AL Uji Tembak Amunisi Roket MLRS Vampire Kaliber 12 MM
- Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Pengedar Senpi Untuk KKB
- AHY dan Menhan Sjafrie Perkuat Sinergi Infrastruktur dan Pertahanan, Bahas Pengamanan Wilayah Udara
- Simpan Senpi Rakitan & Amunisi, Lansia di OKU Timur Diciduk Polisi
- Indonesia dan Qatar Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Kunjungan Tingkat Tinggi Bidang Pertahanan
- Akademisi Hingga Peneliti Ramai-ramai Kritisi Wacana Pemberian Akses Pesawat Militer Asing di Wilayah Udara Indonesia
JPNN.com




