Inflasi di Jakarta Melonjak, Gegara Dua Komoditas Ini
jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan Jakarta pada Juli 2026 sebesar 2,5 persen.
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan inflasi di ibu kota ini didorong oleh kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 5,3 persen, sehingga memberikan andil inflasi sebesar 0,71 persen.
"Penyumbang utama inflasi bulan Juli tahun 2026 secara tahunan adalah kelompok transportasi yang memberikan andil inflasi sebesar 0,71 persen yang komoditasnya disumbang utamanya adalah bensin," kata Kadarmanto di Jakarta, Senin (3/7).
Kadarmanto mengatakan kelompok pengeluaran lainnya juga mengalami inflasi tahun ke tahun yang cukup tinggi, yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Kelompok ini tercatat mengalami inflasi sebesar 8,39 persen, yang memberikan andil sebesar 0,6 persen.
Inflasi pada kelompok tersebut disumbang oleh kelompok emas perhiasan.
"Di awal-awal tahun ini, terjadi peningkatan emas, harga emas luar biasa, meskipun selama empat bulan terakhir ini terjadi penurunan harga komoditas emas," ujar Kadarmanto.
Kemudian, komoditas penyumbang utama inflasi tahunan pada Juli 2026, yakni emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,47 persen, diikuti bensin dengan andil 0,46 persen, tarif angkutan udara dengan andil 0,16 persen, beras dengan andil 0,12 persen, dan minyak goreng dengan andil 0,1 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan Jakarta pada Juli 2026 sebesar 2,5 persen.
- Harga Minyak Dunia Melambung, Rupiah Melorot ke 38 Poin
- Bea Cukai Sulbagtara Ungkap 3 Kasus Penyelundupan Emas & BKC Ilegal Senilai Rp 20 Miliar
- Pramono Targetkan Tanam Kabel 6.500 Km dalam 5 Tahun
- Terjaring Demo 27 Agustus, Puluhan Siswa Dikirim ke Barak
- Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp 26 Miliar
- Ratusan Anak Jakarta Putus Sekolah di 2025, Uki PSI Bagi-Bagi Beasiswa
JPNN.com




